Breaking News:

Cari Pelaku Pengeroyokan, Polisi Malah Tangkap Pencuri Motor di Masjid ICDT Bulukumba

Mereka diamankan polisi, saat asik nongkrong di halaman Masjid Islamic Center Dato Tiro (ICDT) Bulukumba.

TRIBUN TIMUR/FIRKI
Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Bayu Wicaksono, saat mengumumkan pelaku pencurian, Senin (8/2/2021) sore. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Andi Sukri (18), bersama dua orang rekannya, Yusran (24 tahun) dan Asrul (26 tahun), harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum.

Mereka diamankan polisi, saat asik nongkrong di halaman Masjid Islamic Center Dato Tiro (ICDT) Bulukumba.

Awalnya, tak ada gerak gerik mencurigakan dari tiga pemuda itu.

Namun, saat diintrogasi polisi, mereka tak dapat memperlihatkan alat kelengkapan motor yang dikendarainya.

"Awalnya, kami patroli untuk mencari pelaku terduga penggeroyok Sertu Akbar. Tapi, kami melihat ada tiga pemuda yang nongkrong di Masjid ICDT, kita datangi. Ternyata tidak bisa menunjukkan kelengkapan kendaraannya," kata Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Bayu Wicaksono, Senin (8/2/2021) sore.

Ketiganya kemudian diamankan ke Mapolres untuk diintrogasi lebih lanjut.

Polisi kemudian memeriksa nomor rangka kendaraan, lalu menyinkronkan dengan laporan yang masuk di Polres Bulukumba.

Ternyata, sepeda motor yang telah diubah warnanya tersebut berhasil diidentifikasi sebagai motor curian.

Ada dua laporan polisi yang masuk dari dua motor yang tak memiliki kunci tersebut.

"Ada laporan masuk di Polsek Rilau Ale, tanggal 18 Januari 2021. Lokasinya di Dusun Balantieng, Desa Bulolohe, terjadi pencurian Honda Vario warna abu-abu. Sekarang warnanya diubah oleh pelaku jadi warna hitam," jelas AKP Bayu Wicaksono.

Sementara laporan kedua, masuk tanggal 25 Januari 2021. Aksi pencurian terjadi di Dusun Sopa, Desa Sopa, Kecamatan Kindang.

Yakni satu unit motor Yamaha Mio Sporty berwarna putih, saat ditemukan motor tersebut sudah berwarna merah.

Masing-masing pemilik kendaraan tersebut bernama Evi Mulviani dan juga Abdul Hamid.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 363 ayat 1 ke 3e, 4e KUHPidana subsider Pasal 362 KUHPidana, dengan ancaman 7 tahun penjara. 

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved