Breaking News:

Petani di Salassae Bulukumba Kembangkan Pertanian Alami

Ia diterima oleh salah seorang pengelola KSPS bernama Muh.Nur Bading dan Sri Puswandi seorang pemuda desa setempat.

TRIBUN TIMUR/SAMSUL BAHRI
Muh Nur Bading (tengah) sedang berbincang dengan Pimpinan Pondok Pesantren Wadi Mubarak Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Abd Salam (34) di Pasar Hewan Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS), Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba Sabtu (6/2/2021) 

TRIBUN TIMUR.COM, SALASSAE - Pimpinan Pondok Pesantren Wadi Mubarak Gareccing, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Abd Salam (34) mengunjungi Komunitas Swabina Pedesaan Salassae (KSPS), Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba sekitar pukul 10. 00 Wita, Sabtu (6/2/2021) kemarin.

Ia diterima oleh salah seorang pengelola KSPS bernama Muh.Nur Bading dan Sri Puswandi seorang pemuda desa setempat.

Memulai perbincangan, Abd Salam mengaku penasaran dengan konsep pertanian alami yang dikembangkan oleh sekelompok petani di Desa Salassae, sekitar 35 kilometer dari arah utara Ibukota Bulukumba atau sekitar 10 kilometer dari perbatasan Sinjai-Bulukumba.

Mendengar cerita banyak orang di daerah tersebut, Abd Salam seolah tak percaya dengan konsep pertanian alami yang sudah sekitar tujuh tahun masyarakat di KSPS kembangkan di desa tersebut.

Muh Nur Bading mulai menceritakan satu demi satu konsep pertanian alami yang mereka kembangkan saat ini. 

Awalnya ia hanya penasaran dengan konsep yang sering didiskusikan oleh pendiri KSPS Salassae, Armin Sallassa. 

Bahwa petani bisa hidup dan sejahtera tanpa menggunakan bahan kimia yang diproduksi oleh industri pupuk dan herbisida. 

Bahkan, tak hanya meningkatkan kesejateraan petani tapi tubuh yang mengonsumsi produksi pertanian alami jauh lebih baik ketimbang yang diproduksi petani dengan menggunakan pupuk kimia dan herbisida. 

Muh Nur Bading mengungkap bahwa konsep KSPS, jika pertanian an organik yang dulunya sawah dapat menghasilkan lima karung gabah per petak, kini sawah bisa sampai tujuh hingga delapan karung gabah dengan konsep pertanian alami.

Namun, semua itu bisa terwujud jika dilandasi keinginan, kesungguhan berproses dalam memulai pertanian alami hingga berproduksi. 

Halaman
123
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved