Umat Konghucu di Makassar Rayakan Imlek secara Virtual
pada saat momen Imlek, umat Khonghucu berbagi santunan atau lebih dikenal sebagai Angpao untuk membantu keluarga
Penulis: Dian Amelia | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Perayaan Tahun Baru Imlek 2572 Kongzi Li, jatuh pada hari Jumat, 12 Februari 2021.
Di tahun Kerbau Emas kali ini, dirayakan berbeda karena pandemi Covid 19.
Menurut Wakil Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) Pemuda Agama Konghucu Indonesia, Erfan Sutono, perayaaan Imlek kali ini mengikuti himbauan pemerintah dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) untuk melaksanakan Imlek secara lebih sederhana dan terbatas di kalangan internal keluarga.
"Saya memaknai Imlek sebagai peringatan untuk membaharui diri baik dari segi keimanan maupun tindakan. Imlek menjadi refleksi diri setahun kemarin kita sudah melakukan apa saja dan apa yang telah kita capai di tahun yang lalu," ujarnya, Jumat (5/2/2021).
Biasanya, pada saat momen Imlek, umat Khonghucu berbagi santunan atau lebih dikenal sebagai angpao untuk membantu keluarga atau kerabat yang tak mampu merayakan Imlek.
"Matakin juga menghimbau jika pertemuan keluarga jauh dilakukan secara virtual, untuk saling menjaga keselamatan sesama anggota keluarga terhadap potensi penularan Covid-19," ungkapnya.
" Nanti juga puncak perayaan Imlek akan digelar secara virtual pada tanggal 14 Februari 2021, dengan tema Matakin Doa Untuk Indonesia," tambahnya.
Dirinya memaknai Imlek sebagai momentum ucapan syukur ke Hadirat Tian/ Tuhan Yang Maha Kuasa serta Imlek menjadi pengingat bagi umat untuk senantiasa membaharui semangat baik dalam semangat mempertebal keimanan maupun semangat untuk saling menolong umat manusia serta menjadi momen saling memaafkan maupun mendoakan.
" Menolong sesama umat manusia apalagi di tengah pandemi Covid-19 dan bencana alam yang melanda Indonesia, walaupun Imlek 2572 menjadi berbeda secara pelaksanaan tapi saya yakin makna Imlek tidak akan mengalami degradasi bagi umat Khonghucu dimanapun berada," tuturnya.
Bagi Komunitas Pemuda Agama Khonghucu Indonesia dengan tidak merayakan Imlek secara berlebihan akan sangat membantu upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi.
" Marilah kita saling mendukung dan bergandengan tangan demi kemanusiaan, baik dari kalangan pemerinta maupun seluruh rakyat, dengan kepatuhan dari langkah yang diambil, setidaknya laju penyebaran dapat dikendalikan, dan ini menjadi pera pemimpin agama dan tokoh masyarakat memberikan dukungan serta edukasi pada komunitas umatnya," ucapnya.
Dirinya berharap agar pandemi segera bisa teratasi serta masyarakat Indonesia senantiasa selalu rukun, damai saling bantu sesama anak bangsa.
" Mari kita bekerja bersama untuk merawat Indonesia dan bekerjasama membantu saudara saudari kita yang saat ini mungkin lagi kesusahan baik karena pandemi maupun karena bencana alam, kita berharap semoga di Tahun Baru 2572 Kongzili semoga selalu Fa Cai,sehat selalu dan mendapatkan rejeki kesehatan yang baik," harapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wakil-ketua-dew333.jpg)