Breaking News:

5 Pegawai RM Pak Tjomot Gowa Terkonfirmasi Corona

Diketahui bahwa pegawai RM Pak Tjomot sebelumnya melanggar protokol kesehatan pada Rabu kemarin.

ist
suasana rapid antigen ke karyawan di RM Pak Tjomot Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Rabu (3/2/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Lima pegawai Rumah Makan (RM) Pak Tjomot Gowa, terkonfirmasi positif Covid-19.

Diketahui bahwa pegawai RM Pak Tjomot sebelumnya melanggar protokol kesehatan pada Rabu kemarin.

Mereka terkonfirmasi Covid-19, setelah hasil swab PCR mereka keluar, Jumat (5/2/2021).

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Alamsyah mengatakan dari total sembilan orang yang melakukan swab PCR beberapa waktu lalu, lima diantaranya memiliki hasil positif atau terkonfirmasi Covid-19. 

"Hasilnya sudah keluar, dari sembilan orang yang kita swab ternyata ada lima orang yang positif sehingga total enam orang dari RM ini bersama dengan yang diantigen hari itu," ujarnya. 

dr Alam yang juga anggota Tim I operasi yustisi penegakan prokes ini mengaku, kelima terkonfirmasi ini akan melakukan isolasi mandiri mengingat mereka OTG (Orang Tanpa Gejala). 

Meski hanya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, pihak Dinkes Kabupaten Gowa memastikan akan ada pengawasan dari pihak petugas setempat. 

"Sesuai prosedur karena mereka OTG maka akan dilanjutkan dengan isolasi mandiri dan diberikan edukasi, nantinya akan ada petugas Puskesmas dari domisilinya yang akan melakukan pemantauan atau pengawasan, dan semua yang kontak erat kita lakukan tracing," jelasnya. 

Terkait sterilisasi rumah makan, dr Alam mengatakan, pihaknya melakukan penyemprotan terlebih dahulu pada rumah makan tersebut bisa beroperasi kembali dengan catatan harus sesuai prosedur penerapan prokes. 

"Kita lakukan penyemprotan dan kelima yang positif otomatis dirumahkan jadi tetap bisa buka kembali setelah dipastikan steril dan mematuhi prokes," jelasnya. 

Ia berharap, operasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa bersama jajaran TNI, Polri, Satpol PP, Kejaksaan Negeri Gowa dan organisasi lainnya membuat masyarakat maupun pelaku usaha bisa lebih taat lagi dalam menerapkan protokol kesehatan. 

"Kita sudah memiliki Perda yang memiliki payung hukum jadi siapapun yang kedapatan maka ada sanksi yang bisa dikenakan, bahkan bagi pelaku usaha jika berkali-kali ditemukan bisa sampai pencabutan izin usaha," kata dr Alam. 

Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved