Breaking News:

Warga Masamba Wajib Waspada, Tanah di Hulu Sungai Patikala Berpotensi Bergerak, Bisa Banjir Bandang

Armiadi berharap ada langkah-langkah mitigasi yang disertai penyebarluasan informasi dan peringatan dini.

TRIBUN TIMUR/CHALIK MAWARDI
Material lumpur di Jl Trans Sulawesi, Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (13/7/2020) malam 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Warga Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, diminta waspada.

Sebab ada potensi gerakan tanah di hulu Sungai Patikala, Desa Sepakat, Kecamatan Masamba. 

Kalau terjadi, bisa mengakibatkan banjir bandang.

Seperti yang terjadi pada pertengahan tahun lalu.

"Ada potensi gerakan tanah yang ditandai dengan terbentuknya garis longsoran memanjang di bagian pegunungan yang bersebelahan dengan aliran Sungai Patikala, berjarak kurang lebih 10 kilometer dari permukiman Desa Sepakat ke arah hulu Sungai Sepakat," ujar Ahli Geologi Luwu Utara, Ahmad, Kamis (4/2/2021).

Ahmad mengatakan, fenomena ini wajib dicermati bersama. 

Paling penting, kata dia, adalah upaya tindak lanjut yang perlu dilakukan dengan melibatkan masyarakat. 

"Saya kira ancaman ini akan terus ada. Untuk itu, perlu ada upaya tindak lanjut untuk mengurangi potensi risiko bencana," kata dia.

Ia juga meminta agar informasi cuaca yang dirilis BMKG setiap hari harus selalu disampaikan ke masyarakat.

"Pemanfaatan data dan informasi BMKG tentu sangat membantu dalam rangka mempercepat kegiatan mitigasi bencana, sehingga ada kewaspadaan dini dari kita semua untuk mengurangi risiko bencana," jelasnya.

Sementara itu, Sekda Luwu Utara, Armiadi, berharap ada langkah-langkah mitigasi yang disertai penyebarluasan informasi dan peringatan dini.

Sehingga masyarakat bisa lebih waspada lagi.

"Dalam waktu dekat, kita akan ke hulu Sungai Sepakat bersama pihak terkait. Ini kita lakukan dalam upaya mengantisipasi dampak potensi gerakan tanah di wilayah itu," papar dia.

Ia juga berharap bidang lain bisa terlibat dalam kegiatan mitigasi. 

"Perlu dukungan finansial dari BPKAD, serta dukungan PUPR untuk pembenahan drainase perkotaan. Tak kalah penting, sektor pertanian kita harap bisa mengambil bagian melalui program mitigasi, sehingga kemungkinan terburuk bisa diminimalisir," pungkasnya. 

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved