Breaking News:

Tribun Jeneponto

Habiskan Anggaran Rp17 M, Pemkab Jeneponto Belum Juga Fungsikan Pasar Boyong Setelah Diresmikan 2016

Pasar boyong di Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto tak kunjung difungsikan.

ist
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jeneponto, M. Jafar, Rabu (4/2/2021). 

TRIBUN-TIMUR COM JENEPONTO - Pasar Boyong di Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto tak kunjung difungsikan.

Sejumlah pedagang yang ada di Pasar Tamaroya dikabarkan ogah pindah ke Pasar Boyong.

Padahal Pasar Boyong telah diresmikan sejak tahun 2016. Saat itu, Gubernur Sulsel masih dijabat Syahrul Yasin Limpo.

Anggaran pembangunan Pasar Boyong sebesar Rp 17 M yang bersumber dari APBN.

Kadis Perindag Jeneponto, M Jafar mengatakan, pasar tersebut tidak berfungsi karena tidak ada masyarakat dan pedagang yang mau pindah ke Pasar Boyong.

"Kita berharap masyarakat Tamanroya mau pindah, cuman persolannya tidak bisaki paksaki karena terus terang masih ada air di dinding tembok itu kalau terjadi banjir," ujarnya.

Tambahnya, bahwa lokasi Pasar Boyong juga terbilang sepi dan barang yang akan disimpan tidak bisa dijamin keamanannya.

"Itu alasannya, masuk akalki juga dihindari. Mau simpang barang tidak aman dari sisi pencuri tidak aman dari sisi banjir," ungkapnnya.

Laporan Wartawan Tribun Jeneponto, Rakib.

Penulis: Muh Rakib
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved