Breaking News:

Tribun Gowa

Hari Pertama Operasi Yustisi di Gowa, 4 Pelanggar Protkes Jalani Rapid Antigen, 1 Orang Positif

Usai Apel Operasi Yustisi, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan langsung memimpin Tim A untuk menyasar sejumlah Rumah Makan (RM), Rabu (3/2/2021).

ist
suasana rapid antigen ke karyawan di RM Pak Tjomot Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Rabu (3/2/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Usai Apel Operasi Yustisi, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan langsung memimpin Tim A untuk menyasar sejumlah Rumah Makan (RM), Rabu (3/2/2021).

Diketahui, ada 4 Tim pendisiplinan Protokol kesehatan (Prokes) dalam rangka memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dikerahkan menyisir berbagai tempat.

Dari pantauan, saat menyisir RM Pak Tjomot di Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, ditemukan empat pelanggar protokol kesehatan.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, dari beberapa rumah makan yang dikunjungi untuk melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan, satu diantaranya ditemukan melanggar.

Petugas mendapati staf-stafnya saat bertugas tidak menggunakan masker, sehingga petugas langsung melakukan rapid antigen

"Hasil rapid antigen yang dilakukan tim di lapangan menemukan satu pegawainya menunjukkan reaktif atau positif. Dia langsung kita bawa ke rumah sakit daerah untuk dilakukan scraning," ujarnya usai melakukan sidak di RM Pak Tjomot.

Sebagai tindak lanjut ditemukannya pegawai positif di Warung Makan Pak Tjomot, petugas langsung melakukan rapid antigen atau scraning kepada seluruh pegawai lainnya.

"Kita juga telah berikan sanksi denda. Jika melanggar lagi kita beri sanksi kedua dan ketika didapati lagi terus melanggar maka sanksi ketiganya penutupan dan pencabutan izin," tegas Adnan.

Sekadar diketahui, Operasi Penegakkan Protokol Kesehatan ini dalam rangka menekan kasus penyebaran Covid-19.

Operasi tersebut akan berlangsung hingga 8 Februari 2021 mendatang dengan menurunkan empat tim yang akan menyasar beberapa lokasi, antara lain pasar tradisional, tempat umum, rumah makan, dan tempat ibadah.

Ada beberapa sanksi yang akan diberikan bagi para pelanggar protokol kesehatan (prokes) atau yang tak memakai masker.

Yaitu sanksi administrasi berupa denda/tilang di tempat bagi pelanggar protokol kesehatan.

Bagi masyarakat akan didenda Rp 100.000, TNI, Polri, ASN sebesar Rp 150.000, dan denda untuk pedagang Rp 200.000.

Laporan Wartawan Tribungowa.com, Sayyid Zulfadli

Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved