Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bank Syariah Indonesia

Soal Merger 3 Bank Syariah Milik BUMN, Begini Tanggapan Pengamat Ekonomi Unhas

Tiga bank syariah milik pemerintah resmi menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)

Penulis: Dian Amelia | Editor: Suryana Anas
ISTIMEWA
Pengamat Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr Anas Iswanto SE MA 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tahun 2021 merupakan tahun yang sangat penting bagi perkembangan perbankan syariah di Indonesia, karena perbankan syariah merupakan salah satu sektor yang masih mengalami pertumbuhan bisnis positif di era pandemi ini.

Tahun 2021 menjadi titik yang sangat penting dan strategis bagi perkembangan perbankan syariah Indonesia. 

Awal tahun ini tiga bank syariah milik pemerintah resmi bergabung yakni PT BRI Syariah Tbk (BRIS) dan PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS) dan PT Bank Mandiri Syariah (BMS) menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Pengamat Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr Anas Iswanto SE MA, mengatakan walaupun tiga perbankan ini yang mau digabung sebagai milik pemerintah masing-masing memiliki gaya perusahaan dalam mengelola bank.

Menurutnya hal yang perlu diperkuat adalah regulasi aturan main antara penggabungan tiga merger ini.

"Perusahaan atau perbankan yang mau digabung pasti aset yang dimiliki itu menjadi lebih besar, jika aset perbankan besar tentunya kemampuan dalam mengelola bank pasti lebih kuat dibandingkan dengan 1 perusahaan itu sendiri," ujarnya Selasa (2/2/2021).

Tak hanya itu, industri perbankan syariah memiliki prospek besar untuk tumbuh lantaran Indonesia mempunyai penduduk yang mayoritas muslim, ini membuat potensi market keuangan dan ekonomi syariah yang besar untuk dikembangkan.

"Jika kita melihat pangsa pasarnya mestinya Bank Syariah di Indonesia itu bisa berkembang lebih gencar lagi, karena identik dengan penganut agama islam yang besar maka seharusnya bank syariah lebih berkembang pesat," tuturnya.

Dirinya berharap jika Bank Syariah itu lebih menjanjikan, tetapi menurut pandangannya jika bank syariah relatif tidak berkembang dan hanya naik antara 2 hingga 3 persen saja pertahun.

" Hal itu terjadi karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apakah perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional, jadi banyak tugas bank syariah, bagaimana mereka mensosialisasikan dulu bahwa prinsip pengelolaan bank itu sangat berbeda dengan bank konvesional," ungkapnya.

" Kalau itu dilakukan dengan baik serta ditambah emosional dari sisi agama dan pengelolaan yang bagus diatur secara profesional, tentu saja saya yakin Bank Syariah Indonesia seharusnya bisa berkmebang lebih cepat dan lebih bagus lagi ke depannya," tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved