Breaking News:

Smart Agriculture, Solusi Pertanian di Era Digital

Tim ICDF dan Unhas diterima langsung oleh Kepala Balai Balitsereal Maros, Dr Muhammad Azrai di ruang meeting Balitsereal. 

TRIBUN TIMUR/RUDI SALAM
ICDF Taiwan dan Fakultas Pertanian Unhas melakukan kunjungan sekaligus brainstorming program kerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Serelia di Kantor Balitsereal Kabupaten Maros, Selasa (2/2/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - International Cooperation Development Fund (ICDF) Taiwan dan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali melakukan kunjungan sekaligus brainstorming program kerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Serelia di Kantor Balitsereal Kabupaten Maros, Selasa (2/2/2021).

Tim ICDF dan Unhas diterima langsung oleh Kepala Balai Balitsereal Maros, Dr Muhammad Azrai di ruang meeting Balitsereal. 

Dalam kunjungan kali ini, Tim dari Balitsereal Maros mempresentasikan salah satu program termutakhir yakni Aplikasi Pelaporan Standing Crop "Si Mulia". 

Aplikasi ini adalah aplikasi digital untuk memudahkan pemantauan proses produksi benih di lapangan. 

Selain itu dibahas juga tentang aplikasi teknologi smart farming berbasis drone untuk mendukung kegiatan produksi benih sumber jagung.

Peneliti Smart Farming di Balitsereal, Mohammad Akil, mengatakan bahwa program ini telah berjalan sejak awal 2020 dan terintegrasi dengan Kementerian Pertanian. 

"Program ini dapat memudahkan dalam pengambilan keputusan pada kegiatan produksi benih, dan dapat menghindari serta meminimalisir kegagalan panen," kata Akil via rilis.

Mewakili ICDF, Mr Kao, merespon program tersebut dengan positif. 

Bahkan pria yang berkebangsaan Taiwan tersebut tertarik untuk mengadopsi program tersebut pada lahan-lahan persawahan yang telah dibina oleh ICDF dan Unhas selama kurang lebih 3 tahun di Sulawesi Selatan. 

Mewakili Unhas, Prof Dr Yunus Musa, mengatakan bahwa jika program ini dapat direalisasikan maka ini akan menjadi program pertama bagi Unhas.

"Program ini juga akan sangat bermanfaat bagi para petani di daerah binaan kita dan juga tentunya bagi mahasiswa Unhas. Karena ini merupakan awal yang baik untuk mengembangkan smart agriculture," katanya.

Sebagai langkah awal, kepala Balitsereal Maros menawarkan kepada Mr Kao dan Prof Yunus untuk melihat secara langsung lokasi binaan Balitsereal di Kabupaten Bone yang menggunakan aplikasi "Si Mulia" dan Smart Farming dalam pengelolaan laporan progres lahan pertanian.

Penulis: Rudi Salam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved