Breaking News:

Bank Syariah Indonesia

Pengamat Ekonomi Unhas: Merger Bank Syariah Optimalkan Pasar Ekonomi

PT Bank Syariah Indonesia Tbk, entitas usaha hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara, resmi  hadir dan beroperasi di Indonesia.

Penulis: Dian Amelia | Editor: Suryana Anas
ISTIMEWA
Pengamat Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr H Abdul Hamid Habbe SE MSi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  PT Bank Syariah Indonesia Tbk, entitas usaha hasil penggabungan tiga bank syariah milik Himbara, resmi  hadir dan beroperasi di Indonesia.

Diketahui Bank Syariah Indonesia berkomitmen untuk menjadi lembaga perbankan yang melayani segala lini masyarakat, menjadi bank yang modern, serta inklusif dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip Syariah.

Menurut Pengamat Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr H Abdul Hamid Habbe SE MSi, informasi dan kebijakan dengan bergabungnya tiga Bank Syariah menjadi kekuatan khusus dari sisi permodalan, sumber daya manusia serta jaringan.

Ia mengatakan jika Bank Syariah di Indonesia memiliki kontribusi sekitar 5 persen dibandingkan perbankan konvensional yang mendominasi kontribusi dalam perputaran pertumbuhan ekonomi.

"Nah, dengan adanya merger ini maka kenaikan modal bisa sangat signifikan kemudian sumber daya manusia yang tercukupi ditambah jaringan-jaringanyang lebih baik, memberikan kapitalisasi modal semakin besar, volume transaksi bisa lebih banyak lagi dan pada sisi yang lain bisa menciptakan efisiensi serta tentu sangat baik bagi perbankan Bank Syariah itu sendiri dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya , Selasa (2/2/2021).

Ia menjelaskan jika 2 atau 3 tahun ke depan dengan merger ini, maka kontribusi perbankan syariah di perputaran ekonomi nasional akan meningkat hingga 10 persen dan akan terus berakumulasi.

"Semakin kuat Bank Syariah Indonesia dengan kontribusi yang semakin besar, akan sangat luar bias jika bisa mencapai angka 30 atau 40 persen," jelasnya.

Menurutnya, dengan penggabungan tersebut akan menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan yang syariah, khususnya dalam pembiayaan pembinaan kepada UMKM.

Kendati demikian,seluruh perbankan termasuk perbankan syariah sangat menjaga yang namanya resiko.

"Jika dilihat dari sisi resiko, memberikan pembiayaan pada 1 atau 2 perusahaan besar, riten yang didapatkan bisa besar dan resiko yang besar tentunya, tetapi dengan memberikan pembinaan dan pembiayaan ke UMKM yang jumlah banyak, ritennya pun bisa bersaing dan resikonya bisa menjadi lebih kecil," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved