Breaking News:

Gubernur Sulbar Minta Semua OPD Fokus Pemulihan Pembangunan Pascagempa

Ali Baal meminta seluruh anak buahnya untuk menunda program yang dianggap tidak ungent pascagempa bumi

TRIBUN TIMUR/NURHADI
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar melakukan evakuasi seluruh OPD pascagempa bumi. Rapat evaluasi barlangsung di rujabnya. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar kumpulkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di rumah jabatannya dalam rangka evaluasi perdana pascagempa bumi, Senin (1/2/2021).

Ali Baal meminta seluruh anak buahnya untuk menunda program yang dianggap tidak ungent pascagempa bumi yang merobohkan kantornya.

"Saat ini semua harus fokus pada pemulihan pembangunan Sulbar. Koordinasi intens dengan  semua pihak, dan juga Kementerian PU, khususnya Dirjen Cipta Karya sehingga semua bisa cepat action,"imbuh Ali Baal Masdar.

Dia meminta seluruh program prioritas untuk tahun 2021 dan 2022 tetap dijalankan.

"Kita juga dalam bekerja harus kompak , apa yang dikerjakan harus prioritas, jangan semua mau dapat anggaran, satu OPD, satu atau dua program saja kalau memang tidak bisa seperti selama ini. Tidak usah terlalu banyak program apalagi kita dalam kondisi bencana.Covid-19 masih melanda ditambah lagi dengan gempa .Yang terpenting adalah program prioritas dan pemulihan pasca bencana," pungkas Ali.

Ali Baal menyampaikan, yang menjadi kendala saat ini adalah masih banyak puing-puing reruntuhan, dan masih dalam proses pembenahan.

"Minggu ini diupayakan sudah rampung dan segera dilaporkan ke pusat untuk secepatya ditindaklanjuti sesuai instruksi presiden, supaya dana rekonstruksi segera turun,"tuturnya.

Dia mengimbau warga agar tetap waspada, sebab sesuai informasi BMKG, gempa-gempa susulan masih berpotensi terjadi, meski tapi kekuatannya tak seperri sebelumnya.

Ali juga mengingatkan agar dari sekarang merancang program 2022 untuk selanjutnya program tersebut ditembuskan ke DPRD.

Sekprov Sulbar Muhammad Idris yang mendampingi Gubernur menyampaikan, saat ini berada pada dua tekanan yaitu bencana Covid-19 yang angkanya terus meningkat termasuk dari klaster pengungsian, karena itu diimbau untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved