Breaking News:

Gempa Sulbar

Gawat! Stok Beras Untuk Pengungsi Korban Gempa Sulbar di Majene Habis, Tersisa Mi Instan

Logistik penyangga berupa beras di tempat penyimpanan bantuan bencana, tepatnya di Rumah Jabatan Bupati Majene, Senin (1/2/2021) mulai kosong.

Editor: Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM/SANOVRA JR
Kondisi tempat pengungsian di kawasan Stadion Manakarra Mamuju yang terekam dari Helikopter AS 565 MBe Panther HS-4209 milik TNI AL saat melakukan pemantauan di Mamuju, Sulbar, Rabu (2712021). Sudah sepekan lebih pasca gempa bumi berkekuatan 6,2 Magnitudo yang melanda Sulbar, warga masih memilih bertahan di sejumlah tenda-tenda pengungsian karena khawatir masih terjadi gempa susulan. TRIBUN TIMURSANOVRA JR 

"Solusinya saya akan sampaikan langsung sama bapak bupati terkait kondisi ini," ujarnya.

Hingga saat ini, masih ada ribuan warga memilih bertahan di pengungsian.

Berdasarkan data Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Majene yang diunggah di website Pemkab Majene, total balita di pengungsian untuk usia 0-5 tahun sebanyak 1.781 jiwa.

Pos Perempuan Kembali Salurkan Bantuan di Daerah Terisolir Majene

Kemudian ibu hamil 771 jiwa di dua kecamatan dan ibu menyusui sebanyak 563 jiwa.

Bupati Majene, Lukman mengatakan para ibu hamil, balita dan ibu menyusui akan segera dievakuasi ke tempat lebih layak.

Mereka harus diberikan perhatian khusus.

"Saya sudah perintahkan kepada kepala dinas kesehatan untuk melakukan pendataan.  Kita rencana carikan satu tempat untuk penanganan mereka," kata Lukman. 

Warga Pesisir Mengungsi Lagi

Setelah sempat pulang ke rumah, sejumlah warga pesisir Majene, kembali mengungsi pascagempa susulan 4,4 SR, pada Minggu (31/1/2021) malam.

Warga Somba, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene contohnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved