Breaking News:

7 Orang Diperiksa, Tersangka Jual Beli Pulau Lantigiang Selayar Diumumkan Pekan Ini

ratusan pulau yang ada di Sulawesi Selatan itu dalam pengawasan pemerintah dan polisi.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan saat ditemui di pelataran RSKD Dadi, Jl Lanto Dg Pasewang, Makassar, Kamis (14/1/2021) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tujuh orang diperiksa polisi terkait kasus dugaan penjualan Pulau Lantigiang di Kabupaten Selayar.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan saat ditemui di Jl Masjid Raya, Makassar, Senin (1/2/2021) sore.

"Kita baru mendalami dalam rangka pemeriksaan awal terhadap tujuh orang saksi yang hari ini menjalani di Polres Selayar. Namun, belum ada yang ditetapkan tersangka," kata Kombes Pol E Zulpan.

Dari hasil pemeriksaan ke tujuh orang itu, kata dia, ditemukan adanya dugaan pelanggaran hukum.

Pasalnya, kata Zulpan, Pulau Lantigiang itu bukan milik perorangan yang dapat diperjualbelikan.

"Ini (Pulau Lantigiang) dimiliki oleh pemerintah daerah, jadi tidak benar itu milik perorangan. Nanti, siapa yang mengaku, siapa yang terlibat, siapa yang menerbitkan sertifikatnya itu akan diproses semua," jelas Zulpan.

Zulpan mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera mengumumkan tersangka dalam kasus itu.

"Setelah tujuh orang ini diperiksa semua, mungkin satu dua hari ini kita dapat tentukan tersangkanya," ungkap Zulpan.

Pihaknya pun meyakinkan masyarakat, bahwa ratusan pulau yang ada di Sulawesi Selatan itu dalam pengawasan pemerintah dan polisi.

"Masyarakat harus percaya kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan bahwa, kita mengamankan pulau-pulau di Sulawesi Selatan ini. Ada kurang lebih 330 pulau yang ada di Sulawesi Selatan," imbuhnya.

Dugaan kasus jual beli pulau itu mencuat setelah seorang pengusaha berinisial SH mengaku telah membeli pulau itu seharga Rp 900 juta.

Bahkan, sang pembeli juga telah mengaku memberi uang muka atau tanda jadi sebesar Rp 10 Juta.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved