Breaking News:

Pantau Debit Air Sungai Saddang, Kapolsek Enrekang Ingatkan Masyarakat Siaga Banjir

Hal itu mengingat Enrekang menjadi jalur akses sungai menuju bendungan utama Kabupaten Pinrang.

TRIBUN TIMUR/AZIS ALBAR
Kapolsek Enrekang Polres Enrekang AKP Anton langsung memantau debit air aliran sungai Saddang. 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir mengkibatkan beberapa sungai mengalami peningkatan debit air.

Salah satu wilayah yang terdampak hujan deras yaitu Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat serta Kabupaten Tana Toraja.

Tingginya curah hujan di dua lokasi tersebut menjadi ancaman serius di Kabupaten Enrekang.

Hal itu mengingat Enrekang menjadi jalur akses sungai menuju bendungan utama Kabupaten Pinrang.

Salah satu faktor ancaman di Enrekang terkait dengan aliran sungai yaitu bencana alam banjir.

Apabila bendungan utama Bakaru Kabupaten Pinrang terbuka yang dapat mengakibatkan peningkatan debit air di Sungai Saddang.

Malam kemarin, diketahui bendungan utama Bakaru, Pinrang membuka pintu utama yang tidak mampu untuk menahan tingginya debit air kiriman dari Kabupaten Mamasa dan Tana Toraja.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, mengetahui hal tersebut, Kapolsek Enrekang Polres Enrekang AKP Anton langsung memantau debit air aliran sungai Saddang.

Ia memperingatkan masyarakat untuk siaga dan tetap waspada akan terjadinya banjir dengan kondisi cuaca saat ini.

“Untuk hindari hal yang tidak diinginkan, tadi malam kita pantau sungai Saddang," kata AKP Anton, Minggu (31/1/2021).

Ia juga mengimbau masyarakat tetap siaga dan sedini mungkin melakukan persiapan jika terjadi peningkatan debit air.

"Untuk saat ini kondisi aliran sungai kita masih normal, tapi kita harapkan masyarakat tetap siaga banjir," ujarnya.

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved