Tidak Hadiri Sidang Paripurna Penetapan Danny-Fatma, Pj Wali Kota Makassar: Lebih Penting di KIMA
Ia menjelaskan, pada saat itu dirinya menghadiri Rapat Umum Pemengang Saham (RUPS), PT Kawasan Industri Makassar (KIMA).
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mengungkapkan alasan ketidak hadirannya dalam Sidang Paripurna Pengesahan dan Penetapan Danny Pomanto - Fatmawaty Rusdi sebagai Walikota dan Wakil Walikota Makassar.
Ia menjelaskan, pada saat itu dirinya menghadiri Rapat Umum Pemengang Saham (RUPS), PT Kawasan Industri Makassar (KIMA).
"Saya kebetulan itu kemarin ada RUPS KIMA, dan walikota merupakan pemegang saham," ujarnya, Jumat (29/1/2021).
Sehingga kehadirannya dalam acara itu, dianggap lebih urgent.
Apalagi di sidang Paripurna, dirinya sudah diwakili oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Makassar.
"Kalau pertemuan dengan RUPS itu, walikota juga sebagai pemegang saham. Jadi tidak bisa ditinggalkan. Itu lah fungsi jenjang jabatan di pemerintahan, ada bagi tugasnya," jelasnya.
Rudy menilai, setiap agenda yang hendak dihadiri harus dilihat urgensinya.
"Tinggal kita lihat urgensinya, dan pasti informasinya kita terima. Jadi apapun itu pasti kita tinggal mengikuti," tutupnya.
Sebelunya, Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo menyoroti ketidak hadiran Pj Wali Kota dalam agenda rapat paripurna penetapan Walikota dan Wakil Walikota Makassar terpilih.
"Pj wali kota tidak datang waktu penetapan, harusnya dia hadir, karena ini tugas utamanya menyelenggarakan (Pilkada), dan sudah ada pemimpin yang terpilih," katanya, Kamis (28/1/2021)
Padahal, salah satu tugasnya ialah menyukseskan pelaksanaan Pilwali Makassar.
Tak hanya itu, Prof Rudy harusnya memberikan karpet merah kepada Wali Kota terpilih.
Karena hal tersebut bisa memberikan kesejukan bagi masyarakat.
"Itu salah satu tugasnya, Pj Wali Kota yang dia lakukan adalah, bagaimana dalam kondisi ini agar pergantian bisa berjalan mulus, tanpa ada yang menghambat," jelasnya
Diketahui, dalam pemilihan Wali Kota Makassar 2020 kemarin, pasangan Danny-Fatma meraih suara terbanyak 41,3 persen dengan torehan 218.907 suara.
Disusul pasangan nomor urut dua Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando sebesar 34.70 persen atau 183.967 suara.
Lalu pasangan nomor urut tiga Syamsu Rizal MI-Fadli Ananda (Dilan) sebesar 19,00 persen atau 100.783 suara.
Pasangan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun NH meraih 4,9 persen atau 25.810 suara.