Breaking News:

Gempa Sulbar

Buron 10 Tahun, Terpidana Korupsi di Parepare Diringkus di Tenda Pengungsian Gempa Sulbar

Soerang terpidana kasus korupsi, Mubassir, ditangkap di tenda pengungsian setelah menjadi buron selama 10 tahun.

ISTIMEWA
Seorang buron terpidana korupsi di tangkap di tenda pengungsian gempa di Mamuju Sulbar oleh Tim Kejaksaan Tinggi Sulbar bersama Tim Kejari Pare-pare. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Soerang terpidana kasus korupsi, Mubassir, ditangkap di tenda pengungsian setelah menjadi buron selama 10 tahun.

Mubassir merupakan buronan terpidana Korupsi pada Kejari Pare – Pare.

Dia ditangkap lokasi pengungsian Perumahan Mutiara Gading Jalan H. Hapati Hasan, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, Kamis ( 28/1/2022 ) sekitar pukul.16.00 wita.

Anggota Kejari Mamuju, Arif mengaku, penangkapan buronan korupsi ini dilakukan saat berads di tenda pengungsian bersama keluarganya.

"Mungkin dia bersembunyi, berbaur dengan keluarganya selama di tenda pengungsian gempa, tapi akhirnya tertangkap juga," kata Arif.

Sementara Kasi Penkum Kajati Sulbar, Amiruddin saat dikonfirmasi mengatakan, penangkapan buronan korupsi dilakukan Kejati Sulsel, Kejari Pare – Pare, Kejati Sulbar dan Kejari Mamuju.

Penangkapan ini dipimpin langsung Plt. Kajari Parepare, Priyamudi.

"Kemarin sore ditangkap di pengungsian, langsung dibawa ke Pare – Pare,"katanya.

Terpidana korupsi Mubassir merupakan terpidana tindak pidana Korupsi Proyek Pengadaan Partisi dan Penataan Ruangan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Parepare Tahun tahun Anggaran 2007 dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 200.1 juta.

Mubassir, terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 1617 K/Pid.Sus/2011 tanggal 19 Maret 2012, dengan menyatakan terpidana Mubassir, dihukum pidana penjara selama selama 1 tahun dan denda sebesar Rp 50 juta.

Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana selama 2 bulan.

Menghukum pula terpidana untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 30.753.122,67 (tiga puluh juta tujuh ratus lima puluh tiga ribu seratus dua puluh dua rupiah enam puluh tujuh sen), apabila tidak mampu membayar uang pengganti tersebut maka terpidana menjalani pidana penjara selama 3 bulan. (tribun-timur.com)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved