Breaking News:

Tribun Selayar

Pulau Lantingiang Diduga Dijual Rp 900 Juta? Mahasiswa Selayar Bakal Laporkan ke Polda Sulsel

Isu penjualan Pulau Lantingiang di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali berhembus.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
ISTIMEWA
Andi Ansar, salah satu mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan Selayar 

TRIBUNSELAYAR.COM, BENTENG - Isu penjualan Pulau Lantingiang di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali berhembus.

Secara administratif, Pulau Latingiang masuk dalam wilayah Desa Jinato, Kecamatan Taka Bonerate.

Dari pusat Desa Jinato, Pulau Latingiang dapat ditempuh selama 15 menit perjalanan laut.

Sebelumnya, kasus dugaan penjualan pulau tak berpenghuni ini telah diusut oleh Polres Selayar, Juli 2020 lalu.

Namun, kini isu penjualannya kembali berhembus, bahkan penandatanganan kwitansi pembelian pulau ini disinyalir telah dilakukan.

Andi Ansar, salah satu mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan Selayar, angkat bicara terkait isu ini.

Ansar membenarkan, bahwa polisi memang telah memeriksa beberapa saksi dalam kasus ini.

"Disinyalir bahwa sudah ada penandatanganan kwitansi jual beli, baru terlaksana pembayaran panjar Rp10 juta dari harga Rp 900 juta yang ditetapkan," kata Ansar, Kamis (28/1/2021).

Ansar membeberkan, bakal ada oknum pejabat yang terseret dalam kasus penjualan pulau ini, salah satunya diduga mantan kepala desa.

Menurut Ansar, penjualan pulau jelas tak dibenarkan oleh Undang-undang (UU), sebagaimana diatur dalam Pasal 21 UU Nomor 5 Tahun 1960, tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, atau lazim disebut UUPA.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved