Breaking News:

Kapolri

Gusdur Cerita Kejujuran dan Anti Suap Jenderal Hoegeng, Anak Emas Soekarno, Mundur di Era Soeharto

Selama 24 jenderal jabat Kapolri, kisah Hoegeng Imam Santoso menembus zaman hingga era Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Youtube
Sosok Jenderal Hoegeng Imam Santoso, orang kepercayaan Soeharto. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Presiden Joko Widodo baru saja melantik Kapolri ke-25.

Ia adalah Jenderal mendapat gelar ‘anak pendiam’ dari Yogyakarta, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Tapi selama 24 Panglima Angkatan Kepolisian RI (Pangak) atau Kepala Kepolisian Republik Indonesia ( Kapolri )  hanya satu pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara terkenal karena kejujuran, bersih dan sederhana.

Ia adalah sang jenderal mendiang Jenderal Hoegeng Imam Santoso.

Jenderal Hoegeng bahkan hingga saat ini namanya tetap harun.

Bukan orang biasa yang mengagumi tapi orang nomor satu negeri ini.

Ia adalah Presiden RI ke-3, Abdurrahman Wahid atau Gusdur.

Gus Dur pernah mengatakan bahwa di negeri ini, cuma ada tiga polisi jujur: patung polisi, polisi tidur, dan polisi Hoegeng.

Jenderal Hoegeng adalah lulusan kepolisian di era Jepang.

Ketika Indonesia sudah merdeka, ia pun mendapatkan tugas untuk mengawal Presiden Soekarno.

Halaman
1234
Editor: Muh Hasim Arfah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved