Breaking News:

Berkas dan Tersangka Korupsi NUSP-2 di Palopo Diserahkan ke Kejari

Selain tersangka penyidik Tipikor juga menyerahkan BAP dan barang bukti berupa dokumen serta uang tunai terkait tindak pidana dugaan korupsi tersebut.

TRIBUN TIMUR/ARWIN
Kanit Tipikor Polres Palopo Ipda Abdinto, menyerahkan berkas tersangka korupsi proyek NUSP-2 Palopo ke Kejari. 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Unit Tipikor Reskrim Polres Palopo melimpahkan berkas tiga tersangka kasus dugaan korupsi program NUSP-2 TA 2016.

Berkas serta tersangka diserahkan Unit Tipikor Polres Palopo, Rabu (27/1/21). Diterima langsung Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Palopo, I Nyoman Sugiartha.

Selain tersangka penyidik Tipikor juga menyerahkan BAP dan barang bukti berupa dokumen serta uang tunai terkait tindak pidana dugaan korupsi tersebut.

Kanit Tipikor, Ipda Abdianto menyebutkan berkas perkara ketiga tersangka telah dinyatakan P21 (lengkap) oleh jaksa.

Dia mengatakan dalam BAP ketiga tersangka dikenakan UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Palopo, I Nyoman Sugiartha menegaskan bahwa ketiga tersangka resmi menjadi tahanan titip kejaksaan dan dilakukan penahanan.

“Statusnya bukan lagi tahanan polisi. Tersangka kami titip selama 20 hari ke depan di Lapas Palopo,” katanya.

Masing-masing tersangka adalah  MM (55), warga Jl Batara Lattu, selaku koordinator BKM Salamae Reformasi, Kelurahan Sabbamparu.

AJN (49) mantan anggota DPRD Kota Palopo periode 2014- 2019 selaku koordinator BKM Iya Ada Iya Gau, Kelurahan Batupasi.

Dan, JB (75), warga Jl Andi Tendriajeng, (koor BKM Siperennu, Kelurahan Ponjalae.

Diberitakan sebelumnya, pada tahun 2016 Pemkot Palopo mengalokasikan dana bantuan pemerintah untuk masyarakat sebesar Rp3 miliar. Lalu dana sebanyak itu dikelola oleh tiga BKM di Kota Palopo.

Proyek BKM itu dikemas dalam program Neighborhood Upgrading And Shelter Project (NUSP) 2 tahun 2016. Belakangan dana proyek tersebut diduga diselewengkan tiga koordinator BKM tersebut hingga akhirnya polisi melakukan penyelidikan dan menetapkan tiga orang tersangka.

Pada kasus itu, jumlah kerugian negara sebesar Rp 566 juta.

Penulis: Arwin Ahmad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved