Breaking News:

Pemilu

Pemerintah Bakal Larang Eks Anggota Hizbut Tahrir Indonesia Ikut Pemilu Sama PKI, Bagaimana FPI?

Pemerintah melarang mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI ). Bagaimana dengan eks anggota Front Pembela Islam ( FPI )?

Editor: Muh Hasim Arfah
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ribuan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memadati sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (16/4). Kini Pemerintah ingin larang eks anggota HTI ikut Pemilu. 

TRIBUN-TIMUR.COM- Pemerintah ingin melarang mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ikut pemilihan di Indonesia.

Hal itu tertuang dalam Draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.

Dalam draft itu, RUU Pemilu adalah usulan DPR RI, memasukkan mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilarang mengikuti Pemilu. 

Apakah aturan itu berlaku untuk eks anggota Front Pembela Islam ( FPI )?

Bandingkan FPI Hingga Sebut NU-Muhammadiyah Elitis, Gus Miftah Tegaskan Komedian Pandji Provokatif

Lembaga Bentukan Soeharto Anggap Mahkamah Internasional Bakal Tolak Kasus Penembakan 6 Laskar FPI

Anggota Komisi II DPR Luqman Hakim mengatakan, persoalan mantan anggota FPI sampai saat ini belum dilakukan pembahasan di dalam draf RUU Pemilu.

"Mengenai eks FPI, belum ada pembahasan. Nanti kita lihat ke depan perkembangannya seperti apa," ujar Luqman saat dihubungi, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Namun, Luqman melihat, tujuan pembentukan organisasi FPI pada saat itu berpegangan terhadap Pancasila, UUU 1945, dan NKRI. 

Hal tersebut, berbeda dengan HTI dan PKI yang ideologinya bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. 

"Jadi menurut saya, pintu eks anggota FPI masih terbuka untuk berpartisipasi dalam Pemilu," ucap politikus PKB itu.

Diketahui, draf RUU Pemilu terbaru mencantumkan eks HTI dilarang mengikuti semua kegiatan Pemilu, baik Pilkada, Pileg, maupun Pilpres. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved