Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Khazanah Islam

Mana Benar? Apakah Tangan di Atas Dada, Tangan di Atas Perut atau di Samping Pinggang Saat Salat

Rubrik Tribun Khazanah Islam edisi ini membahas posisi tangan saat salat. adalah apakah tangan di atas dada saat salat?apakah tangan di atas perut?  

Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Muh Hasim Arfah
sayyid/tribun-timur.com
Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim menunaikan Salat Idulfitri bersama keluarga di rumah pribadinya di Jl Alauddin 3, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Minggu, (24/5/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM- Ketika kita salat, ada keraguan soal posisi tangan saat membaca surah Alfatihah dan surat lainnya. Dalam Rubrik Tribun Khazanah Islam edisi ini membahas posisi tangan. 

Pertanyaan sering muncul adalah apakah tangan di atas dada saat salat?

Atau justru apakah tangan di atas perut?

Bahkan, ada juga pertanyaan, apakah tangan di samping pinggang?  

Nah! Tribun Khazanah Islam membahas penjelasan dari empat madzhab.

Berikut penjelasannya yang disadur dari buku Masalah Khilafiyah 4 Mazhab Terpopuler karya Muhammad Ajib, LC, MA: 

a. Madzhab Hanafi

Madzhab Hanafi berpendapat bahwa disunnahkan bersedekap dan posisi kedua tangan diletakkan di bawah pusar.

Dalam masalah ini, Madzhab Hanafi menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud:

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: مِنَ السُّنَّةِ وَضْعُ اليَمِيْنِ عَلىَ الشِّمَالِ تَحْتَ السُّرَّةِ،».

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhu,"Termasuk sunnah adalah meletakkan kedua tangan di bawah pusar". (HR. Ahmad dan Abu Daud)

b. Madzhab Maliki

Madzhab Maliki berpendapat bahwa disunnahkan meluruskan kedua tangan (irsal). Maksudnya tidak perlu bersedekap.

Dalam masalah ini, Madzhab Maliki menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dalam hadits ini Nabi SAW tidak menyuruh untuk bersedekap:

عن أبي هريرة رضي الله عنه في قصة المسئ صلاته "إن النبي صلى الله عليه وسلم قال «إذا قمت إلى الصلاة فكبر، ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن، ثم اركع حتى تطمئن راكعا، ثم ارفع حتى تعدل قائما، ثم اسجد حتى تطمئن ساجدا،

لسا، وافعل ذلك في صلاتك كلها. رواه البخاري ومسلم.

Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu berkata mengenai kisah shalat yang buruk,"Nabi SAW bersabda: Jika kamu hendak shalat maka bertakbirlah, kemudian bacalah yang mudah dari al-Quran, kemudian ruku’lah. dst. (HR. Bukhari dan Muslim)

c. Madzhab Syafi’iy

Madzhab Syafi’iy berpendapat bahwa disunnahkan bersedekap dan posisi kedua tangan diletakkan di atas pusar di bawah dada. Bukan tepat di atas dada.

Dalam masalah ini, Madzhab Syafi’iy menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang shahih:

عن وائل بن حجر قال: صليت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فوضع يده اليمنى على يده اليسرى على صدره. رواه أبو بكر بن خزيمة في صحيحه.

Dari sahabat Wail bin Hujr Radhiyallahu anhu berkata: Saya shalat bersama Nabi SAW dan beliau meletakkan kedua tangannya diatas dadanya. (HR. Ibnu Khuzaimah) Dalam riwayat Imam al-Bazzar disebutkan inda sodrihi.

Dan juga menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah:

روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه نهى عن التكفير وهو وضع

اليد على الصدر. ذكر هذا الحديث الإمام ابن قيم الجوزية في بدائع الفوائد.

Telah ada riwayat dari Nabi yang menyebutkan bahwa beliau melarang takfir; yaitu melarang meletakkan kedua tangan persis diatas dada. (Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah meriwayatkan hadits ini dalam kitab Bada’i al-Fawaid)

d. Madzhab Hanbali

Madzhab Hanbali berpendapat bahwa disunnahkan bersedekap dan posisi kedua tangan diletakkan di bawah pusar. Pendapat Madzhab Hanbali ini sama seperti pendapat Madzhab Hanafi.

Dalam masalah ini, Madzhab Hanbali menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud:

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: مِنَ السُّنَّةِ وَضْعُ اليَمِيْنِ عَلىَ الشِّمَالِ تَحْتَ السُّرَّةِ،».

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhu,"Termasuk sunnah adalah meletakkan kedua tangan di bawah pusar". (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Sumber: Buku Masalah Khilafiyah 4 Mazhab Terpopuler karya Muhammad Ajib, LC, MA Terbitan Rumah Fiqih Publishing 2018

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved