Breaking News:

Opini Tribun Timur

Beda Pemimpin dan Penguasa,Ciri Penguasa Firaunisme:David vs Goliath-Namrud vs Ibrahim Contoh Nyata

Pada akhirnya, opini Aswar Hasan ini menggiring pembaca pada fenomena David vs Goliath dan Namrud vs Ibrahim. Apakah fenomena ini sudah Anda rasakan?

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Opini Aswar Hasan di Rubrik Tribun Timur cetak edisi Senin, 25 Januari 2021 

Pertama, Egois dengan selalu memakai bahasa kekuasaan “Dan Fir'aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, “Wahai kaumku! Bukan kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai ini (sungai Nil) mengalir di bawahku; Apakah kamu tidak melihat? (QS. Az Zukhruf:51).

Kedua, bicaranya tidak bisa dipercaya karena pandai bersandiwara, sebagaimana Al Qur'an menggambarkan; “Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras (QS. Al Baqarah: 204).

Ketiga, keputusannnya sebagai penguasa melampaui batas demikian pun tindakannya. “Maka pergilah engkau -wahai Musa- kepada Fir'aun, sesungguhnya dia benar-benar telah melampaui batas”. (QS. Thaha:24).

Keempat, telah berkolaborasi dengan konglomerat (Karun) diperkuat oleh para cendekiawan Istana (Haman) dan mereka bersekongkol untuk bersepakat menolak kebenaran dengan keangkuhan mereka. Atas dasar posisinya itu; “dan (juga) Karun, Fir‘aun dan Haman. Sungguh, telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa) keterangan-keterangan yang nyata. Tetapi mereka berlaku sombong di bumi, dan mereka orang-orang yang tidak luput (dari azab Allah). (QS. Al Ankabut: 39).

Kesombongan kepemimpinan model Fir' aunisme itu akhirnya menjadi latar penyebab runtuhnya kekuasaan mereka. Demikian lah hukum kekuasaan yang zalim tidak akan bisa bertahan lama.

Akan ada counter partnya. Fir'aun akan dihadapi oleh Musa dan Harun, Namrud vs Ibrahim hingga pasukan Thalud ( Nabi Daud) yang dianggap lemah menaklukkan pasukan Jalut (yang Raksasa, -kuat-) atau biasa disebut David vs Goliath, dan Jalut atau Goliath pun tersungkur dalam kekalahan yang telak.

Jika kebathilan sudah berhadap- hadapan dengan Al Haq (kebenaran)  lambat atau cepat, kebenaran pasti keluar sebagai pemenangnya. Maka, Janganlah ragu memperjuangkan dan berjuang bersama orang-orang yang benar. Karena kebenaran itu pasti datangnya dari Tuhanmu dan jangan menjadi orang yang ragu atas kebenaran itu.

“Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu."(QS. Al-Baqarah:147). Wallahu a’lam Bishshawabe.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved