Breaking News:

Tribun Enrekang

Tahun 2020 Keuangan Pemda Enrekang Alami Defisit Anggaran Rp 78 Miliar

Kondisi keuangan Pemkab Enrekang tahun 2020 lalu mengalami defisit sekitar Rp 78 miliar.

TRIBUN-TIMUR.COM/MUH ASIZ ALBAR
Kepala BPKAD Enrekang Nurjannah Mandeha 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Kondisi keuangan Pemkab Enrekang tahun 2020 lalu mengalami defisit sekitar Rp 78 miliar.

Pendapatan yang diperoleh tidak mampu membiayai anggaran belanja yang telah direncanakan pada APBD tahun 2020 lalu. 

Bahkan jumlah defisit tahun 2020, jauh lebih besar jika dibandingkan defisit anggaran daerah tahun 2019 yang mencapai sekitar Rp 65 miliar dan tahun 2018 sekitar Rp 35 miliar.

Hal itu diakui oleh Kepala Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Enrekang, Nurjannah Mandeha, Senin (25/1/2021).

Menurutnya, adanya wabah Covid-19 menjadi faktor utama penyebab terjadinya defisit anggaran tahun 2020.

"Iya kita memang defisit tahun lalu Rp 78 miliar, itu dipengaruhi oleh adanya recofusing anggaran karena Covid-19," kata Nurjannah.

Ia menjelaskan, pengaruh utama defisit keuangan yang dialami Pemda adalah pendapatan secara keseluruhan berkurang karena tiba-tiba dilakukan direcofusing.

Apalagi, adanya recofusing anggaran dari pusat terhadap dana transfer ke daerah, sehingga secara total anggaran yang direcoposing untuk Covid-19 adalah Rp 107 miliar.

Sementara dalam kondisi tersebut, belanja seperti fisik tetap jalan, meski memang dilakukan recofosing namun hal itu akan jadi utang belanja tahun 2021.

"Kondisi Covid paling bepengaruh, karena PAD kita juga tak maksimal, contoh kasusnya pajak dari rumah makan itu kan berkurang, karena pembatasan interaksi hadapi Covid-19," ujar Nurjannah.

Nurjannah menambahkan, selain faktor Covid-19, defisit juga dipengaruhi karena tiap tahun belanja daerah meningkat, dan meski PAD juga meningkat, hanya saja realisasi target pendapatan yang kurang.

Sebab, terlalu banyak belanja direncanakan dan hampir belanja terealisasi, namun juga begutu banyak target pendaptan yang tidak tercapai tahun lalu.

"Jadi untuk utang kita di tahun 2020 kemarin, akan dibayarkan tahun ini, pakai SK parsial. Semoga tahun ini tidak ada lagi kasus yang sama (Recofosing Covid-19)," tutupnya. (tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, @whaiez

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved