Breaking News:

Gempa Sulbar

Muf Indonesia, Lumbung Kaos dan Firman Hatibu Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar

Kondisi ini membuat Lumbung Kaos, Firman Hatibu dan Muf Indonesia menggalang donasi melalui program Kaos Donasi Pray for Sulbar.

Muf Indonesia
General Manager Muf Indonesia, Miftahul Khair salurkan bantuan ke korban gempa di Sulawesi Barat 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sulawesi Barat (Sulbar) tepatnya di Kecamatan Majene dan Mumuju luluh lantak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2.

Kondisi ini membuat Lumbung Kaos, Firman Hatibu dan Muf Indonesia menggalang donasi melalui program Kaos Donasi Pray for Sulbar.

Dimana, 100 persen hasil penjualan didonasikan kepada korban bencana gempa di Kecamatan Majene dan Mumuju, Sulawesi Barat.

"Alhamdulillah, penyaluran pertama dengan total donasi sekitar Rp 15 juta," ungkap General Manager Muf Indonesia, Miftahul Khair, Minggu (24/1/2021).

Proses penyaluran donasi melalui program ini dilakukan pada Kamis-Jumat (21-22/1/2021) yang disebar di Majene dan Mamuju.

Bantuan yang disalurkan langsung kepada korban berupa makanan jadi, minyak goreng, air bersih, popok, obat-obatan, terpal, tenda, selimut, dan susu bayi.

"Kami langsung mendatangi korban di lokasi pengungsian dan memberikan apa yang menjadi kebutuhan mendesak saat ini," kata Miftahul Khair.

"Kami juga mendengarkan langsung cerita korban, mereka gemetaran saat bercerita kondisi malam itu," lanjut Miftahul Khair.

Miftahul Khair yang juga asli putra Sulawesi Barat yang sedang merintis usaha di Makassar berharap pemerintah lebih cekatan dalam situasi ini.

Baca juga: Korban Gempa di Mamuju Sulbar Terima Bantuan dari Alumni 97 Hukum Unhas

Baca juga: BPD PHRI dan IHGMA Sulsel Kirim Bantuan ke Korban Gempa Sulbar

Miftahul Khair salurkan bantuan untuk korban gempa di Sulbar Majene dan Mamuju
General Manager Muf Indonesia, Miftahul Khair salurkan bantuan untuk korban gempa di Sulbar

"Pemerintah dan relawan harus kerja lebih keras lagi, dengan harapan semua korban segera mendapatkan bantuan khususnya di daerah-derah terpencil," kata Miftahul Khair.

Gempa berpusat di lokasi 2.98 LS,118.94 BT arah 6 km Timur Laut Majene-Sulbar, dengan kedalaman gempa 10 Km berdasarkan rilis BMKG.

Gempa pertama terjadi pada Kamis (14/1/2021) pukul 14.30 Wita dan gempa susulan pada Jumat (15/1/2021) dinihari dengan yang lebih kuat 6,2.

Akibat gempa ini, fasilitas umum, gedung perkantoran, jalan hingga rumah warga mengalami kerusakan, bahkan banyak yang rata dengan tanah.

Kondisi ini membuat warga harus mengungsi ke pegunungan dan dataran tinggi, apalagi ada isu tsunami pascagempa.

Hingga hari ini, Minggu 24 Januari 2021, warga masih bertahan di lokasi pengungsian dengan kondisi yang cukup memprihatinkan dan serba kekurangan.(*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved