Breaking News:

Kasus Pencabulan Anak di Kebun Merica, Polsek Wasuponda Luwu Timur Periksa 7 Saksi

BA juga sudah diperiksa oleh penyidik Polsek Wasuponda, namun kemudian dilepas.

Kasus Pencabulan Anak di Kebun Merica, Polsek Wasuponda Luwu Timur Periksa 7 Saksi
int
ilustrasi

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Orang tua bocah korban pencabulan, RS meminta Polsek Wasuponda serius menangani kasus pencabulan putrinya, DS (5).

Terduga pelaku BA sebelumnya sudah diamankan Rabu (6/1/2021). BA juga sudah diperiksa oleh penyidik Polsek Wasuponda, namun kemudian dilepas.

"Harapan saya pelakunya ditangkap dan dituntut seberat beratnya karena ini menyangkut masa depan anak saya," kata RS.

DS menjadi korban pencabulan di pondok kebun lada (merica) di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Jumat (18/12/2020).

Terduga pelaku warga Desa Wawondula, Kecamatan Towuti, Luwu Timur. Sementara korban adalah warga Desa Lioka, Kecamatan Towuti.

Dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Wasuponda, Aipda Cahyanto mengatakan kasus dugaan pencabulan ini masih tahap penyelidikan.

Sejauh ini kata Cahyanto sudah tujuh orang yang diperiksa dalam kasus ini termasuk terduga korban dan pelaku.

"Nanti setelah semua rampung tahapan penyelidikannya baru kemudian kami gelar perkara, apakah cukup unsur atau tidak," kata Cahyanto kepada TribunLutim.com, Minggu (24/1/2021).

Diberitakan, ibu korban menceritakan putrinya dicabuli di pondok merica milik pelaku di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda pada Jumat 18 Desember 2020. 

Ia melanjutkan, di hari itu, anaknya ikut bersama neneknya ke kebun merica milik terdugga pelaku ini. Nenek korban adalah buruh di kebun merica terduga pelaku.
Korban kemudian ditinggal di pondok karena neneknya mau bekerja. Kemudian datanglah pelaku lalu membawa korban masuk ke dalam pondok.
"Di dalam pondok, putri saya dicabuli," kata ibu korban, RS.
Korban juga mengaku kalau si pelaku membuka celananya lalu memasukkan jari pelaku ke kemaluan korban di dalam pondok.
Setelah kejadian, korban sempat mengeluh kepada neneknya karena kemaluan korban sakit pasca dicabuli.
Nenek korban tidak langsung melaporkan keluhanya cucunya itu ke ibunya. Beberapa hari kemudian baru nenek korban melaporkan keluhan cucunya itu ke ibunya.
"Neneknya bilang anak saya sakit kemaluannya. Terus saya bilang kalau sakit kemaluan itu ada apa-apanya," kata RS.
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Wawondula untuk visum. RS mengatakan hasil visum nyata telah terjadi tindak pencabulan pada kemaluan anaknya.
Keluarga korban pergi melapor ke Polsek Towuti, namun kata petugas mengarahkan keluarga korban melapor ke Polsek Wasuponda.
Sebab kata polisi kejadiannya pencabulannya terjadi di wilayah hukum Polsek Wasuponda. Keluarga korban pun melapor di Polsek Wasuponda pada Senin (4/1/2021).

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved