Breaking News:

Gempa Sulbar

Relawan Mabes Kokam Benahi Tenda Pengungsian di Desa Kayu Angin Majene

Relawan dari Markas Besar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Mabes Kokam), diterjunkan ke lokasi pengungsian di Desa Kayu Angin

TRIBUN-TIMUR.COM/EMBA
Relawan dari Markas Besar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Mabes Kokam) diterjunkan membenahi tenda pengungsian di Desa Kayu Angin Kecamatan Malunda Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Sabtu, (22/1/21) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Relawan dari Markas Besar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Mabes Kokam), diterjunkan ke lokasi pengungsian di Desa Kayu Angin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Sabtu, (22/1/21) siang.

Kehadiran mereka untuk membenahi sejumlah tenda pengungsian yang dianggap kurang layak.

"Inikan sesuai hasil asessment Posyan MDMC di Malunda, dan setelah kami koordinasi dengan Mabes di Jakarta, maka kami dari Kokam Pusat diminta untuk bergerak membangun atau tepatnya membenahi tenda-tenda pengungsian yang ada," kata Komandan Lapangan Kokam Hasanuddin Wiratama. 

Menurut Hasanuddin, tenda-tenda pengungsian yang ada saat ini tidak layak bagi pengungsi. 

Pasalnya kata dia, dalam satu tenda ukuran 4x12 meter dihuni 6 Kepala Keluarga atau 32 jiwa dan bayi serta seorang lansia. 

"Apalagi ini musim hujan, meski curah cukup rendah, namun jika hujan datang, maka tenda pengungsian mereka tergenang," ujarnya.

Terlebih, lanjut Hasanuddin, tenda itu dibangun di area lembah bukan di perukit" Lanjut Mantan Komandan KOKAM Sulsel ini. 

Hal senada diungkapkan Relawan KPA WALKER GOWA yang bertugas sebagai Tim Hunian Darurat Posyan Malunda, Mudrikah Hamsa.

Menurutnya, masalah lain yang bisa timbul adalah masalah masalah sosial.

Jika ada anak-anak bertengkar sesama penghuni tenda, maka para orang tua mereka berpotensi ikut campur dalam pertengkaran anak anaknya.

"Belum lagi kondisi di malam hari terutama jelang subuh sangat dingin," ujar Mudrikah.

Mudrikah mengatakan, para donatur maupun penyalur bantuan selama ini hanya fokus pada sembako dan makanan.

Seperti beras dan mie instan. Padahal, kata dia, ada hal lain yang perlu diperhatikan juga yaitu Hunian Darurat para pengungsi.

"Jadi kami harapkan, kepada para donatur dan dermawan yang ingin menyalurkan bantuan dan donasinya agar dapat juga memperhatikan kebutuhan hunian darurat para pengungsi," imbuhnya.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved