Breaking News:

Tribun Wajo

Pupuk Subisidi Langka di Kabupaten Wajo, Petani Diminta Beralih ke Pupuk Organik

Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Wajo terus menjadi persoalan mendasar bagi para petani.

ist
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Muhammad Ashar 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Wajo terus menjadi persoalan mendasar bagi para petani.

Terlebih lagi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo menyebutkan, kuota pupuk subsidi berkurang pada 2021 ini.

Berdasar pada rencana defenitif kegiatan kelompok (RDKK) Kabupaten Wajo, dari 52.389 jumlah petani yang diusul yang terealisasi hanya 27.985 ton.

Padahal, luas lahan pertanian ada 100.991 ha di Kabupaten Wajo, serta kuota untuk satu petani hanya untuk 2 hektar saja.

"Ini otomatis akan selalu bermasalah, kuota pupuk bersubsidi kita terbatas sementara peruntukannya bukan cuma untuk sawah saja, ada petani kita yang petambak, tanam holtikultura," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Muhammad Ashar, Kamis (21/1/2021).

Lebih lanjut, Muhamamd Ashar menyebutkan untuk mengatasi masalah kelangkaan pupuk subsidi, petani diminta untuk beralih ke pupuk organik.

"Salah satu solusinya adalah menggunakan pupuk organik, atau kalau tidak gunakan pupuk non subsidi," kata lulusan Universitas 45 Makassar itu.

Menggunakan pupuk non subisidi, diharapkan bagi petani-petani yang memilik luas lahan lebih dari 2 ha.

"Yang membuat langka adalah karena semua mau dipupuk dan ingin subsidi, termasuk sekarang embun-embun membutuhkan pupuk. Karena peruntukan subsidi bagi petani yang hanya punya 2 hektar, yang mengeluh itu yang lahannya lebih dari 2 hektar," katanya.

Harga eceran tertinggi pupuk non-subsidi mencapai Rp 250.000 untuk pupuk jenis Urea.

"Memang lebih mahal ketimbang yang subsidi yang hanya 90 ribu, tapi itu salah satu solusi yang ditawarkan," kata Ashar.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved