Breaking News:

Tribun Wajo

Program Integrated Farming Pemkab Wajo hanya Dapat Anggaran Rp200 Juta Tahun Ini

Salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Wajo di bawah kepemimpinan Amran Mahmud adalah integrated farming system, atau sistem pertanian

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSAH
Kawasan Pertanian Terpadu di Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, saat dilaunching pertama kali pada 2019 lalu 

TRIBUNWAJO.COM, MAJAULENG - Salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Wajo di bawah kepemimpinan Amran Mahmud adalah integrated farming system, atau sistem pertanian terpadu.

Sayangnya, program unggulan yang dicanangkan sejak 2019 lalu itu terseok-seok dan tak juga menunjukkan perkembangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo, Muhammad Ashar mengatakan, tidak maksimalnya program pertanian terpadu selama dua tahun ini lebih karena faktor anggaran.

"Kita akui masih terseok-seok, tahun pertama kita dihadapkan pada defisit, tahun kedua karena pandemi. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa berjalan optimal," katanya, Kamis (21/1/2021).

Menurutnya, pada ABPD 2021 ini, ada anggaran Rp 200 juta untuk pengembangan kawasan pertanian terpadu itu.

Anggaran itu akan diperuntukkan untuk pengembangan tanaman, serta perbaikan infrastruktur penunjang di kawasan pertanian terpadu yang terletak di Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo itu.

"APBD kita tahun ini ada anggaran 200 juta, selain itu kita juga sudah usulkan ke Kementerian untuk pembuatan jalan tani," kata Ashar.

Meski terseok-seok, aktivitas pengembangan tanaman pertanian, baik palawija, tanaman musiman, maupun tanaman tahunan masih terus dilakukan.

Integrated Farming System adalah salah satu dari 25 program kerja Bupati Wajo periode 2019-2024, Amran Mahmud.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved