Breaking News:

Gempa Sulbar

Dandim Polmas Hibur Anak Anak Pengungsi Gempa Sulbar

Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Hari Purnomo mengunjungi lokasi pengungsian di kecamatan Balanipa Polman.

ISTIMEWA
Dandim 1402Polmas Letkol Arh Hari Purnomo mengunjungi lokasi pengungsian di kecamatan Balanipa Polman. 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Hari Purnomo, bersama Kepala Kejaksaan Negeri Polman, M Ichwan  dan Ketua Perwakilan Pengadilan Negeri Polewali Mandar mengunjungi lokasi pengungsian  di kecamatan Balanipa Polman.

Sambil memberikan bantuan, Dandim bersama beberapa personilnya berkesempatan menghibur anak anak yang tinggal di posko pengungsian yang menjadi korban dampak gempa itu 

Dandim mengajak anak anak bermain balon sambil menyanyikan lagu balokun. Upaya ini untuk menghilangkan rasa takut atau trauma anak anak korban gempa 

Sekitar  237 Jiwa dari 59 kepala keluarga  dari kecamatan malunda mengungsi di SMA 1 Tinambung dan SMK Negeri Balanipa kecamatan Balanipa Polman pasca gempa 6,2 SR mengguncang wilayah itu. 

Dalam kunjungannya, mereka memberikan bantuan untuk meringankan beban warga selama mereka tinggal di posko pengungsian. 

Berupa, bantuan alat masak, kasur, terpal, sembako, popok Blbayi dan pakaian dalam dan keperluan lain yang sangat mendesak.

Para pengungsi yang berada di kecamatan ini perlu mendapatkan bantuan, baik dari relawan maupun pemerintah untuk kebutuhan dan keperluan mereka sehari-hari.

Mereka bukan hanya butuh sembako atau bahan makanan saja, tetapi pakaian dalam, Alat mandi, popok Bayi susu serta alat masak mereka sangat butuhkan.

"Tadi kita lihat ada bayi baru berusia 21 hari di bawah tenda pengungsian di SMK Balanipa beralaskan terpalterpal. Itulah yang perlu segera mendapat perhatian baik dari pemerintah Maupun relawan yang ada," Kata Kepala Kejaksaan Negeri Polman M. Ichwan, 

Sementara Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Hari Purnomo mengatakan, sudah memerintahkan seluruh Babinsa untuk mendampingi  disemua  titik pengungsian yang ada di wilayah kabupaten Polman .

"Babinsa saya perintahkan terus mendampingi, Catat kebutuhan mereka yang mendesak  dan jika ada yang sakit segera koordinasi dengan petugas kesehatan setempat." Ujarnya.

Dandim juga perintahkan para Babinsa jika ada pengunjung dari luar agar tetap menjaga protokol kesehatan karena pandemi covid-19 ini semakin meningkat.

Ibu Rahma, orang tua bayi yang berusia 21 hari merasa sangat terbantu dengan kedatangan Dandim, Kajari dan Ketua Pengadilan. Selama 3 hari di pengungsian, mereka hanya beralaskan terpal. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved