Breaking News:

Gempa Sulbar

Lima Hari Pasca Gempa, Toko dan Pusat Perbelanjaan di Malunda Masih Tutup

Sejumlah warga menunggu bantuan dari relawan dan pemerintah di jalan Poros Trans Sulawesi Barat, tepatnya di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene.

TRIBUN-TIMUR.COM/HASAN BASRI
Toko masih tutup - Warga menunggu bantuan dari relawan dan pemerintah di jalan Poros Trans Sulawesi Barat, tepatnya di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Sejumlah warga berdiri di jalan Poros Trans Sulawesi Barat, tepatnya di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene.

Mereka menunggu bantuan dari relawan dan pemerintah. Mereka mengaku stok bahan makanan mereka sudah  menipis selama tinggal di pengungsian.

Bahkan ada sejumlah warga terpaksa mencari toko penjual bahan kebutuhan pokok, namun sayang belum ada yang buka.

"Ada beras bu," kata seorang pria paruh baya kepada pemilik toko yang sedang menutup rapat pintu pagarnya.

Karena tidak ada, pria itu langsung menancap gas motornya meningggalkan toko itu. Situasi di wilayah Malunda pasca gempa memang belum pulih.

Seperti terlihat pada  Selasa (19/1/2021) sore kemarin. Tidak ada transaksi jual beli.

Seluruh rumah, toko  dan pusat perbelanjaan tertutup rapat. Kecuali SPBU.

Mereka mengosongkan rumahnya dan memilih mengungsi karena khawatir adanya gempa susulan.

Kepala Dinas Kominfo SP Polman, Inengah Tri Sumadana menyampaikan ada sekitar 2.362 orang warga Majene dan Mamuju mengungsi ke Polewali Mandar.

Gelombang pengungsi diperkirakan  kemungkinan masih bertambah dengan adanya gempa susulan melanda daerah itu.

"Kemarin data yang kami bisa validasi dari Majene 1.717 orang dan Mamuju 645 orang," kata Kepala Dinas Kominfo SP Polman, Inengah Tri Sumadana. (San)  ket foto sebuah minimarket di Malunda tutup. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved