Breaking News:

PHI Resah Peningkatan Covid-19 Kian Parah, Ini Kata Legislator DPRD Wajo

Sudirman mencontohkan beberapa instansi yang pegawainya terpapar Covid-19.

TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Anggota DPRD Wajo saat menerima aspirasi dari Pelita Hukum Independen (PHI), Selasa (19/1/2021). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Tingginya laju penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Wajo menjadi sorotan Pelita Hukum Independen (PHI). Menyikapi hal itu, keresahan-keresahan itu disampaikan melalui forum aspirasi di DPRD Wajo, Selasa (19/1/2021).

Ketua PHI, Sudirman menyebutkan, jika sudah ada perbedaan penanganan terhadap penyebaran virus SARS-Cov-2 ini.

Sebagai contoh atas asumsinya itu, Sudirman mencontohkan beberapa instansi yang pegawainya terpapar Covid-19.

"Ada kantor yang menutup kantornya karena ada pegawainya terkonfirmasi Covid, ada juga yang tidak dan disitu banyak kasus, hingga saya katakan ada kluster permanen," katanya.

Poin kedua yang disampaikan Sudirman, yakni sikap pejabat-pejabat publik yang mempertontonkan kebebalan.

"Pejabat kita mempraktekkan seolah Covid itu tidak ada. Keinginan kita untuk menertibkan masyarakat tidak dibarengi dengan perilaku yang mencontohkan itu," katanya.

Sudirman lagi-lagi menyindir kasus istri Wakil Bupati Wajo yang membuat acara arisan lebih dari 80 orang hingga joget-joget bareng tanpa prokes. Kunjungan Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu yang ramai.

Selain itu, longgarnya izin pesta menjadi kluster tersendiri penyebaran Covid-19 di Kabupaten Wajo.

Sudirman berharap, dengan berbagai masukan dan saran, Pemerintah Kabupaten Wajo, dalam hal ini Tim Satgas Penanganan Covid-19 mampu menekan laju penyebaran virus ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, drg Armin mengakui bahwa salah satu kendala hingga masih tingginya kasus terkonfirmasi Covid-19 adalah banyaknya masyarakat yang tidak taat prokes.

"Masih banyak masyarakat yang tidak taat prokes, di pesta, tempat umum, kami sudah sampaikan pembatasan ke satgas. Ini yang memicu tingginya terkonfirmasi (Covid) di Wajo," katanya.

Sementara, anggota DPRD Wajo, Taqwa Gaffar yang menerima aspirasi itu mengatakan bahwa perlu ketegasan Tim Satgas Penanganan Covid-19 sebagai garda terdepan.

"Perlu ada ketegasan di sini agar bisa menekan, atau paling tidak stagnan penyebaran virus ini. Tentu kita ingin bagaimana Kabupaten Wajo ini turun ke zona kuning dan kalau bisa zona hijau," kata Ketua Komisi III DPRD Wajo itu.

Saat ini, ada 633 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Bumi Lamaddukelleng sejak April 2020 lalu. Dengan rincian 19 orang dalam perawatan, 83 menjalani isolasi, 10 orang telah meninggal dunia, dan 521 orang dinyatakan sembuh.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved