Breaking News:

Tribun Jeneponto

Hujan Intensitas Tinggi, Warga Jeneponto Trauma Banjir Bandang 2019

Tingginya intensitas curah hujan beberapa hari terakhir di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan membuat sejumlah warga panik.

TRIBUN-TIMUR.COM/MUH RAKIB
Saluran pembuangan air ke laut dibuat warga di Kelurahan Pabiringan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, semalam, Selasa (19/1/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Tingginya intensitas curah hujan beberapa hari terakhir di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan membuat sejumlah warga panik.

Setiap hujan deras turun banyak warga panik karena masih teringat dan trauma dengan kejadian banjir bandang tahun lalu (2019) yang memperoda porandakan beberapa Kecamatan di Jeneponto.

Salah seorang warga sekaligus Kepala Kelurahan Pabiringan, Kecamatan Binamu, Flamegiyanti Thayep mengatakan bukan hanya dirinya yang panik jika intensitas hujan tinggi tetapi seluruh warga juga panik.

"Mereka panik, rata-rata mereka trauma banjir Januari 2019 yang lalu yang beberapa rumah hancur dan rusak parah," ujarnya saat di konfirmasi tribun Jeneponto, Selasa (19/1/2021).

Menurutnya, semalam waktu hujan deras turun air sungai muara di Lingkungan Tamarunang Timur Kelurahan Pabiringan sempat naik di jalanan dan membuat warga panik sehingga membuat saluran air untuk diarahka ke laut demi mengantisipasi banjir.

 "Warga buat saluran air, dialirkan ke laut," ungkapnya.

Ia juga sempat mengulas kejadian banjir bandang dua tahun lalu bahwa khusus di Kelurahan Pabiringan ada tiga lingkungan yang tergenang air (banjir).

"Cuman tiga lingkungan yang terkena dampak banjir, Alhamdulillah tidak adaji korban waktu," tuturnya.

Laporan Wartawan Tribun Jeneponto, Rakib 

Penulis: Muh Rakib
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved