Gempa Sulbar
Pengungsi di Majene Kesulitan Air Bersih, Listrik Juga Masih Padam
Pengungsi di Kabupaten Majene Sulawesi Barat Kesulitan Air Bersih dan Listrik Masih Padam
Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Warga yang terdampak gempa 6,2 SR di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
"Kami kesulitan mendapatkan air bersih pak," Kata Ramli (50), warga Desa Kayuangi, Dusun Tamalassu, Kecamatan Malunda, Majene, Sabtu (16/1/2021) sore.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa memasak menggunakan air sumur yang keruh berwarna kekuning-kuningan.
Warga tidak tahu dimana mendapatkan air bersih, karena sejumlah toko dan pusat perbelanjaan disekitar daerah itu tertutup pasca gempa.
Selain air bersih, penerangan lampu juga tidak ada. Lampu listrik di sana padam pasca gempa meluluntakkan rumah warga.
Desa Kayuangin merupakan daerah yang merasakan dampak akibat guncangan gempa. Ada puluhan rumah warga rusak.
Kerusakan bervariasi. Ada beberapa rumah warga hancur rata hingga tanah. Adajuga rumah mengalami keretakan hingga rawan untuk ditinggali.
"Lampu disini masih mati, kita mau cari lilin tapi tidak ada penjual," ujarnya.
Sekadar diketahui pasca gempa 6,2 SR, setidaknya ada belasan ribu warga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengungsi ke tempat perbukitan.
Mereka tinggal dibawah tenda darurat di atas perbukitan dan beberapa warga membuat tenda di depan rumahnya.
Warga memilih bertahan di tenda darurat karena rumah mereka rusak dan wilayah itu masih terjadi gempa susulan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/gempa-bumi-majene-malunda-1-1612021.jpg)