Breaking News:

Sriwijaya Air Jatuh

Teridentifikasi Jaket Pink Bergambar Minnie Mouse Milik Yumna, Bocah Imut Korban Sriwijaya Air SJ182

Sambil pencarian masih terus dilakukan, tim SAR juga melakukan identifikasi temuan. Termasuk berhasil diidentifikasijaket pink milik bocah imut Yumna.

tribunnews.com
Yumna bersama ibunya Ratih Windania. Sambil pencarian masih terus dilakukan, tim SAR juga melakukan identifikasi temuan. Termasuk berhasil diidentifikasijaket pink milik bocah imut Yumna. 

“Jadi memang kondisi cuaca sejak pagi tadi, memang kondisinya angin kencang. Sehingga akan mengganggu kegiatan operasi SAR di lokasi kecelakaan pesawat,” katanya.

Sementara itu Kapal Basarnas, KN SAR Karna-246 terpaksa menunda keberangkatan untuk operasi Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu setelah terkendala ombak besar. Deputi Bina

Tenaga dan Potensi SAR Basarnas, Abdul Haris Achadi mengatakan awalnya KN SAR Karna-246 dijadwalkan berangkat dari Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Tadi pagi sekitar 09.30 WIB, kami dari Basarnas dengan kapal KN Karna melakukan pencarian pertolongan,” katanya. Namun pada saat kapal baru berlayar sekitar 20 menit, ombak dengan ketinggian mencapai 2,5 meter menghadang.

Alhasil dengan situasi dan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, maka kapal tersebut akhirnya kembali menuju ke Dermaga JICT II. "Kita terpaksa harus balik kanan karena cuacanya, dapat informasi di lokasi, ada cuaca ekstrem sampai 2,5 meter tinggi gelombangnya," kata Haris.

Staf Operasi Basarnas Made Oka menambahkan, kecepatan angin mencapai lebih dari 10 knot. Sehingga dianggap membahayakan operasi penyelamatan korban Sriwijaya Air SJ-182.

"Kita lihat situasinya, nanti diutamakan arahan Kabasarnas untuk selalu mengutamakan keselamatan. Itu di atas segalanya," ucap Made.

Adapun rencananya kapal tersebut membawa tim dari Basarnas, tenaga medis, relawan, hingga awak media dengan total penumpang sebanyak 21 orang dan kru sebanyak 23.

Batal Berangkat

Selain tim SAR gabungan yang batal melakukan operasi, rombongan anggota komisi V DPR juga batal berangkat karena cuaca buruk. Awalnya KN SAR Karna yang membawa rombongan anggota komisi V DPR berangkat pada pukul 09.30 WIB.

Hujan deras dan ombak tinggi mengiringi perjalanan kapal tersebut. Alhasil, kapal terombang-ambing cukup kencang. Tidak jarang pula cipratan ombak masuk ke dalam kapal.

Setelah 20 menit berlayar, akhirnya KN SAR Karna memutuskan putar balik ke JICT II. Kapal tiba di JICT II pada pukul 10.38 WIB.

Anggota Komisi V DPR Sadarestuwati yang naik ke dalam kapal menjelaskan alasan kenapa pihaknya ingin ikut ke lokasi pencarian. Dia mengatakan ingin melihat secara persis seberapa keras kerja para tim penyelamat.

"Saya sendiri menyampaikan kepada Kabasarnas bahwa kami ingin lihat langsung ke lokasi. Karena, bagaimanapun, ketika sudah tahu, sampai lokasi, kami tahu persis kerja keras teman-teman tim rescuer di sana," ujarnya.

"Dan ternyata dengan cuaca, tadi disampaikan cuaca yang cukup ekstrem ini, kami mengambil keputusan balik lagi dengan mempertimbangkan keselamatan dari seluruh tim yang kami bawa," pungkas Sadarestuwati. (Kompas.tv/Rizky L Pratama/Tribun Network/jhs/wly)

Artikel ini telah tayang di KOMPAS.TV dengan Judul "Yumna, Gadis Imut Korban Sriwijaya Air SJ182, Pemilik Jaket Berwarna Pink"

Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved