Breaking News:

Jawaban Kenapa Pemerintah Pilih Sinovac Buatan China untuk Vaksin Covid-19

Vaksin Covid-19 Sinovac merupakan vaksin gelombang pertama yang tiba di Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Editor: Waode Nurmin
AFP/NICOLAS ASFOURI
Seorang peneliti memperhatikan sel ginjal monyet yang akan diuji coba untuk mengobati pasien virus Corona, COVID-19 di Laboratorium Cells Culture Room, Sinovac Biotech, Beijing pada 29 April 2020 

TRIBUN-TIMUR.COM  - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pertimbangan pemerintah memilih vaksin covid buatan perusahaan asal, Sinovac, buatan China.

Vaksin Covid-19 Sinovac merupakan vaksin gelombang pertama yang tiba di Indonesia.

Hingga saat ini, sudah ada 3 juta dosis vaksin jadi dan 15 juta vaksin dalam bentuk bulk atau curah yang sudah ada di Indonesia.

"Dari kami prioritas vaksin, yang bisa kami dapatkan secepat mungkin dan sebanyak-banyaknya, karena memang sudah dipesan oleh negara maju dan dalam jumlah besar sekali," jelas Budi ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (13/1/2021).

Budi mengatakan, ada tiga pertimbangan pemerintah ketika akan memesan vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi.

Yang pertama yakni berada dalam daftar vaksin yang sudah disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kedua, ketersediaan vaksin. Serta ketiga, izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Tiga kondisi itu yang kita dapat karena ingin melakukan secepat mungkin, Sinovac duluan karena dia ada duluan dan sudah dirilis BPOM dan ada dalam list WHO," ujar Budi.

Indonesia memulai program vaksin Sinovac untuk mengatasi pandemi COVID-19. Selain Indonesia, negara-negara ini juga menggunakan vaksin buatan China tersebut.
China, Turki, dan Brazil di antara pengguna vaksin Sinovac. (Lintao Zhang/Getty Images).

Selain vaksin dalam bentuk jadi, pemerintah telah memiliki komitmen dengan Sinovac terkait pengadaan vaksin dalam bentuk curah sebanyak 140 juta dosis.

Namun demikian, jumlah tersebut masih mungkin bertambah 120 juta dosis bila memang dibutuhkan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved