Breaking News:

Siswa SMKN 2 Palopo Pilih Kerja daripada Belajar Online

Ridho juga menambahkan jika ada siswa yang masih malas-malas maka konsekuensinya bisa tidak naik kelas.

TRIBUN TIMUR/ARWIN
SMKN 2 Palopo 

TRIBUN-TIMUR.COM, PALOPO - Tingkat partisipasi siswa mengikuti pembelajaran daring di SMKN 2 Palopo berkurang.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala SMKN 2 Palopo bidang Kurikulum Ridho Widodo Wahid kepada wartawan Rabu, (13/1/21).

"Ada beberapa siswa yang memang tidak dapat mengikuti proses pembelajaran karena tidak memiliki medianya (ponsel)," kata Ridho.

Namun yang disayangkan oleh pihaknya, karena adanya beberapa siswa tidak mengikuti pembelajaran karena diminta oleh orang tua siswa untuk bekerja.

"Yang kami sayangkan, ada siswa yang pada jam belajar tidak mengikuti proses belajar karena diminta orang tuanya untuk bekerja," sebutnya.

Sebagai tindak lanjut dari sekolah, pihak SMKN 2 Palopo akan melakukan kunjungan langsung ke setiap rumah siswa baik yang memang tidak bisa daring, terlebih yang bisa tapi tidak ikut.

Kesimpulan itu diambil setelah pihak sekolah melakukan rapat awal semester genap pada Selasa, 12 Januari kemarin yang dilakukan secara virtual.

"Kemarin kita sudah rapat dengan semua tenaga pengajar di SMK 2, kami harap siswa benar-benar aktif dalam proses belajar, karena semester genap menjadi acuan kenaikan kelas," jelasnya.

Ridho juga menambahkan jika ada siswa yang masih malas-malas maka konsekuensinya bisa tidak naik kelas.

Terlebih pada kondisi pandemi program praktek di SMKN 2 Palopo selama semester sebelumnya ditiadakan, maka untuk menutupi kekurangan tersebut pihaknya berharap siswa fokus menjalani pembelajaran daring.

"Kami berharap kepada orang tua untuk memberikan perhatian lebih kepada anaknya agar terus bisa mengikuti proses pembelajaran daring," tutup Ridho.

Penulis: Arwin Ahmad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved