Breaking News:

Bunuh Diri di Toraja

Kasus Bunuh Diri Anak Muda di Toraja Meningkat, Tokoh Pemuda: Tamparan untuk Kita Semua

Sedangkan mengawali tahun 2021 ini, sudah tiga warga Toraja mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. 

TRIBUN-TIMUR.COM/TOMMY PASERU
Pemuda asal Bittuang ditemukan tewas gantung diri di Garonggong, Kelurahan Ariang, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Senin (11/1/2021). 

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE - Persoalan pelik yang belakangan ini terjadi di Toraja, Sulawesi Selatan, yakni meningkatnya peristiwa bunuh diri.

Catatan Tribun, tahun 2020 terjadi 30 kasus bunuh diri.  Tana Toraja 14 kasus dan di Toraja Utara 16 kasus. 

Sedangkan mengawali tahun 2021 ini, sudah tiga warga Toraja mengakhiri hidup dengan cara gantung diri

Tiga kasus ini sangat memprihatinkan sebab pelakunya masih berusia muda, yakni RB (20), ES (20) dan DN (18). 

Salah satu tokoh pemuda Toraja, Brikken Linde Bonting yang juga eks Ketua KNPI Toraja Utara mengaku turut prihatin. 

Apalagi korbannya dominan masih berusia muda  yang sejatinya masih memiliki masa depan yang cerah. 

Dari kasus bunuh yang terjadi pun menurut Brikken menjadi tamparan bagi semua masyarakat Toraja. 

"Hal seperti ini seharusnya tidak terjadi, sebagai tokoh pemuda saya merasakan bahwa ini menjadi tamparan bagi kita semua," ujarnya. 

Brikken berharap semua stakeholder agar segera membuka diri terkait apa yang menjadi penyebab usia muda menyudahi hidupnya secara paksa. 

Juga, perlu dibangun ruang komunikasi secara terus-menerus antar lintas lembaga baik pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, pendidik dan organisasi kepemudaan untuk mencari solusi terbaik, tanpa harus menyalahkan.

"Dan yang terpenting adalah edukasi dalam lingkungan keluarga sebagai benteng terakhir," tutur Brikken yang juga Koordinator Gerakan Milenial Sangtorayan. 

Brikken menambahkan, persoalan sosial begitu banyak, apalagi ditengah pandemi Covid-19 saat ini. 

Dimana situasi ekonomi kurang kondusif, dan kegiatan-kegiatan harus menyesuaikan dengan hidup yang baru atau new normal.

Oleh karena itu ia berharap ada gerakan turun tangan baik perseorangan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat untuk melakukan edukasi dampak bunuh diri di usia muda.

"Ayo selamatkan generasi kita, bunuh diri bukan solusi, justru menjadi beban bagi orang yang ditinggalkan," pungkasnya.

Penulis: Tommy Paseru
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved