Breaking News:

Tribun Mamasa

Cuaca Ekstrem di Mamasa, Kepala BPBD Minta Warga Waspada Bencana Banjir dan Longsor

Hingga April mendatang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, berpotensi dilanda cuaca buruk dampak dari fenomena La Lina.

ist
Kepala BPBD Mamasa, Labora Tandipuang 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Hingga April mendatang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, berpotensi dilanda cuaca buruk dampak dari fenomena La Lina.

La Nina adalah fenomena suhu permukaan laut yang menurun sepanjang timur dan tengah Samudera Pasifik di garis khatulistiwa.

Penurunan suhu tersebut sebanyak 3° hingga 5° C dari suhu normal. Kemunculan fenomena La Nina biasanya berlangsung paling tidak selama lima bulan.

Hal itu diungkap Kepala BPBD Kabupaten Mamasa, Labora Tandipuang, saat dikonfirmasi Senin (11/1/2021) siang.

Dia menjelaskan, hingga empat bulan ke depan, Mamasa masih berpotensi dilanda cuaca ekstrem akibat la nina.

Kata dia, angin dan hujan akibat la nina, pergerakannya tidak diketahui, namun dipastikan akan melintasi di wilayah Sulawesi Barat, termasuk Mamasa.

Dengan demikian, ia meminta agar masyarakat tetap waspada kemungkinan terburuk dari cuaca ekstrem.

"Saya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di lereng gunung agar selalu siap siaga, kemungkinan adanya longsor," tuturnya meminta.

Dia melanjutkan, Mamasa yang saat ini dilanda hujan lebat, bagi warga yang tinggal di bantaran sungai agar juga tetap waspada kemungkinan adanya banjir akibat curah hujan yang tinggi. 

"Waspada juga pohon tumbang akibat angin kencang," pungkasnya. 

Laporan wartawan @sammy_rexta

Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved