Tribun Majene

Polisi Selidiki Pemilik Akun Facebook Diduga Hina Perawat Covid-19 di Majene

Penyidik Kepolisian Resor Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) menyelidiki akun Facebook yang diduga menghina profesi perawat pasien Covid-19

Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
Screenshot
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional  Indonesia (PPNI) Majene melaporkan salah satu akun media sosial Facebook ke Kantor Polisi, Kamis (07/1/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Penyidik Kepolisian Resor Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) menyelidiki akun Facebook Iqhram Arifin.

Akun itu diduga menghina profesi perawat pasien Covid-19 lewat unggahan komentar dimedia sosial . 

Iqhram mengunggah tulisan di kolom komentar  berisi ujaran kebencian dengan nada menghina profesi perawat.

Dalam kolom komentar, ia menuliskan kata "Dokter/Perawat RSUD  Majene A***G.

"Akan ditangani dengan prosedural . Laporan tadi sudah  diterima," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Majene,  AKP Jamaluddin.

Laporan diterima penyidik pada Kamis (07/1/2020) kemarin dari beberapa orang perawat yang mengatasnamakan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional  Indonesia (PPNI) Majene

Menurut Jamaluddin pihaknya sudah mengambil keterangan terhadap sejumlah saksi  atau yang melaporkan dugaan penghinaan tersebut.

"Termasuk terlapor kami juga akan mintai keterangannya, " Ujarnya.

Jamaluddin menambahkan, mengingat kasus ini kasus Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), maka pihaknya akan melakukan kordinasi dengan saksi ahli terlebih dahulu. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved