Tribun Bone
Manfaatkan Kunjungan Nurdin Abdullah di Bone, Fahsar Curhat Program Perbaikan Jalan
Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menyampaikan program usulan prioritas Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel)
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG TIMUR - Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi menyampaikan program usulan prioritas Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) di tahun 2021.
Hal ini disampaikan dihadapan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di Baruga Lateya Riduni, Jumat (8/1/2021).
"Ada 4 program usulan prioritas yakni di bidang bina marga, bidang cipta, bidang sumber daya air dan bidang Pemsosbud dan keagamaan," sebutnya.
Andi Fahsar menyatakan dibidang bina marga akan fokus dalam interkonektivitas antar wilayah kabupaten.
"Bone terhubung dengan 7 kabupaten. Sejumlah ruas jalan penghubung antara Bone dengan kabupaten lain akan dihubungkan," katanya.
Ruas jalan bakal diperbaiki yakni Cenrana-Labotto yang menghubungkan Bone dengan Wajo.
Jika jalan ini dikerjakan, perjalanan Bone ke Wajo ataupun sebaliknya bisa terpangkas 30 kilometer.
Kemudian ruas jalan Aroke-Tompong. Jalan ini menghubungkan Bone dengan Pangkep.
Jika ruas ini bisa dikerjakan perjalanan ke Makassar bisa terpotong 40 kilometer. Ruas jalan ini, lebih lurus dan lebar dari poros Camba.
"Kalau ini selesai bisa alternatif Bone-Makassar. Orang tidak lagi lewat Camba yang berkelok dan sempit. Di sini lebih lurus dan lebar," tutur Andi Fahsar.
Selain itu, ruas jalan Pamusureng-Mattirowalie di Kecamatan Bontocani. Jalan ini menjadi akses warga Sinjai, Bone dan Maros menuju Makassar.
Mereka tidak lagi lewat Tanah Batue, Kecamatan Libureng. Tentunya, sangat membantu aktivitas dan perekonomian masyarakat.
Lalu, interkonektivitas ruas jalan Kecamatan Bontocani dengan Kandravia, Malino, Kabupaten Gowa. Menurut Andi Fahsar, ruas jalan ini belum terbuka, tidak bisa dilewati mobil.
"Mobil belum bisa lewat. Jadi mau ditingkatkan jalannya. Jika ini diperbaiki perekonomian masyarakat bisa lebih cepat karena lewat Malino ke Makassar. Apa lagi Bontocani memiliki potensi alam," beber Bupati Bone dua periode ini.
Lanjut Andi Fahsar, dibidang cipta karya terdapat kawasan Pantai Bajoe akan dijadikan pusat perekonomian dan bisnis.
Kawasan ini bisa menjadi pusat grosir bagi masyarakat Sulawesi Tenggara dan Kabupaten, Sinjai, Wajo dan Soppeng.
Tak hanya itu, rencana di tahun 2021 akan mulai dibangun tower gedung pusat perkantoran.
Menurut Andi Fahsar, saat ini ada enam OPD yang belum memiliki kantor yang memadai. Bahkan beberapa diantaranya kondisi bangunannya sudah tidak layak.
Kata dia, sebagai daerah dengan jumlah penduduk yang besar serta mobilitas penduduk yang padat, maka diperlukan pusat pelayanan yang terintegrasi.
"Pembangunan gedung kantor terpadu nantinya akan mengakomodir beberapa perangkat daerah dalam memberikannya pelayanan efektif dan efisien," ucapnya.
Di bidang sumber daya air, pembangunan Bendungan Unyi serta jaringan irigasi. Sementara di bidang pemsosbud dan keagamaan yakni revitalisasi masjid raya serta pembangunan masjid songko racca.
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyatakan sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, ia mengaku selalu mendukung pemerataan pembangunan di daerah.
"Kita menjadi mitra strategis pemerintah kabupaten kota untuk mempercepat menyelesaikan persoalan masyarakat," tuturnya.
Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini bakal mendukung program Pemda Kabupaten Bone. Tinggal Pemda menentukan program prioritas.
"Kita bakal suport penuh. Tinggal menentukan skala prioritas. Kalau Bajoe, kita tuntaskan," beber Nurdin Abdullah.
Laporan Wartawan TribunBone.com, Kaswadi Anwar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/andi-fahsar-m-padjalangi-kiri-nurdin-abdullah-tengah-dan-ambo-dalle.jpg)