Polda Sulsel
Curhat Kabid Humas Polda Sulsel yang Baru, Randis Rusak dan Tak Punya Rumah
Saat baru saja tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, atau sehari sebelum sertijab, ia mengaku harus basah-basahan
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR COM, MAKASSAR - Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Komisaris Besar (Kombes) E Zulpan, curhat atau curahan hati.
Perwira tiga bunga itu baru saja menjabat Kabid Humas Polda Sulsel.
Zulpan menggantikan Kombes Pol Ibrahim Tompo yang bakal mengikuti pendidikan persiapan jenderal.
Kombes Pol E Zulpan dan Ibrahim Tompo melangsungkan serah terima jabat, Rabu (6/1/2021) lalu.
Proses serah terima bertepatan dengan penggerebekan 20 terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri di lima lokasi di Sulsel.
Pengungkapan kasus teror itu, pun menjadi tugas perdana Zulpan dalam melayani media yang butuh konfirmasi terkait pengungkapan kasus terduga teroris itu.
"Kemarin saya sampai jam satu malam ladeni telepon teman-teman media soal ini (pengungkapan kasus teroris)," kata Zulpan kepada tribun, Jumat (8/1/2021) malam.
Zulpan juga mendampingi saat Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, melakukan jumpa pers terkait pengungkapan 20 terduga teroris, Kamis kemarin.
Saat itu hadir pula Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan dan Analis Kebijakan Utama Bidang Intelijen Densus 88 Antiteror Polri Brigjen Pol Ibnu Suhendra.
"Termasuk kemarin, saya juga sibuk atur teman-teman media agar bagaimana informasi yang dibutuhkan terjawab," kata Zulpan.
"Makanya saya minta hadir orang Humas Mabes, sama petinggi Densus untuk damping bapak Kapolda," ujarnya.
Selain membahas soal kasus teror itu, lebih kurang 42 menit Zulpan berbincang dengan awak tribun-timur.com.
Pengalaman Pertama
Zulpan membeberkan pengalaman pertamanya saat mendapat amanat bertugas di Polda Sulsel.
Saat baru saja tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, atau sehari sebelum sertijab, ia mengaku harus basah-basahan saat tiba di Mapolda Sulsel.
Pasalnya, kendaraan dinas yang dikendarai mengalami kerusakan pada kaca mobil.
"Dari bandara sampai ke Polda kemarin kan hujan tuh, pas masuk di Polda kan saya harus turunkan kaca karena anggota hormat di piket.
"Pas saya mau naikkan kacanya kembali, eh sudah tidak mau naik, basah deh saya kena hujan," ujar Zulpan sambil tertawa.
Tidak sampai disitu, ia juga harus berbasah-basahan saat menuju hotel tempat menginap.
"Sampai hotel saya basah-basah, karena kaca mobilnya tidak mau naik," ungkapnya.
Tidak hanya soal mobil randis rusak yang dikendarai, Zulpan juga mengaku, sepekan terakhir di Sulsel, ia belum punya tempat tinggal atau rumah dinas.
"Sudah masuk delapan hari ini saya di hotel, karena tidak ada rumah dinas ternyata.
"Ini sementara saya cari-cari kontrakan yang bisalah untuk ditempati dekat-dekat Polda," ujarnya.
Meski terbatas, kata Zulpan, dirinya tetap akan berusaha bekerja maksimal mengabdikan diri di Humas Polda Sulsel.
Sebelumnya di Korlantas Polri
Sebelum bertugas di Polda Sulsel, Zulpan lama mejalani karir di bidang lalu lintas Polda Metro Jaya hingga ke Korlantas Polri.
Tepatnya, Kombes Pol E. Zulpan menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Kamsel Korlantas Polri.
Bidang kehumasan baginya adalah pengalaman baru dalam bertugas.
Walau begitu. Zulpan mengaku akan berupaya semaksimal mungkin dapat meladeni media yang membutuhkan informasi yang dibutuhkan media.
"Saya akan berikan yang terbaik untuk kawan-kawan media dalam informasi seputar Polda Sulsel," ujarnya.
E Zulpan masuk daftar mutasi Polri berdasarkan surat telegram dengan nomor ST/3488/XII/KEP./2020 dan ST/3489/XII/KEP./2020.
Menurut daftar surat telegram tersebut, ada 153 perwira tinggi dan menengah Polri yang dimutasikan ke jabatan baru.
Dalam mutasi tersebut, ada tujuh jenderal polisi yang dipindah tugas. Dan yang lain mayoritas perwira menengah.
Jenderal yang dimutasi adalah Brigjen Pol Jaya Subriyanto, Brigjen Pol Irlan, Brigjen Pol Hariyanto,
Lalu Brigjen Pol Ruslan, Brigjen Pol Agung Julianto, Brigjen Pol Hartono, dan Brigjen Pol Yehu Wangsajaya. (*)