Breaking News:

Ranperda Masyarakat Adat

Kawal Ranperda Masyarakat Adat Mamasa, Komunitas PUS Kondosapata' Gelar Konsolidasi

Sejumlah komunitas adat Pitu Ulunna Salu (PUS) Kondosapata' menggelar konsolidasi di Aula Hotel Sajojo, Tatoa.

TRIBUN-TIMUR.COM/SEMUEL
Komunitas Adat Pitu Ulunna Salu (PUS) Kondosapata' menggelar konsolidasi di Aula Hotel Sajojo, Tatoa, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulbar, Selasa (5/1/2021). 

TRIBUNMAMASA.COM,  MAMASA - Sejumlah komunitas adat Pitu Ulunna Salu (PUS) Kondosapata' menggelar konsolidasi di Aula Hotel Sajojo, Tatoa, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Selasa (5/1/2021).

Konsolidasi itu bertujuan mengawal Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang masyarakat adat Kabupaten Mamasa.

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Sulawesi Barat, Obednego Depparinding mengatakan, mengenai Ranperda tentang masyarakat adat Kabupaten Mamasa, penting untuk dikawal agar dapat menjadi Perda.

Sebab menurutnya, tanpa Perda masyarakat tidak akan dapat memahami pentingnya keadatan, begitu juga dengan pemerintah, tokoh agama, dan adat itu sendiri.

Anggota DPRD Sulbar ini berharap agar pemerintah daerah dapat mendorong Perda tentang Masyarakat Adat.

Itu karena Ranperda tentang masyarakat adat telah ada sejak tahun 2018 lalu dan sudah diserahkan ke pemerintah provinsi.

Namun hingga saat ini belum juga disahkan oleh pemerintah.

"Kita berharap agar dalam waktu singkat hal tersebut menemui titik terang," ungkapnya.

Menanggapi itu, Wakil Bupati Mamasa, Marthinus Tiranda mengatakan DPRD dan pemerintah daerah telah mengesahkan Ranperda Kabupaten Mamasa tentang masyarakat adat sejak tahun 2018.

Tetapi Ranperda itu menemui jalan buntu lantaran Biro Hukum Pemprov Sulbar belum memberikan nomor.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved