Breaking News:

Women Care di Nusa Tenggara Timur untuk Atasi Kekerasan terhadap Perempuan dan Kemiskinan

Women Care di Nusa Tenggara Timur untuk atasi kekerasan terhadap perempuan dan kemiskinan.

HANDOVER
Model Bisnis Women Care di NTT. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Women Care di Nusa Tenggara Timur untuk atasi kekerasan terhadap perempuan dan kemiskinan.

Berdasarkan data Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang meluncurkan Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan 2020 yang dilakukan sejak tahun 2001 terdapat peningkatan sebanyak 8 kali lipat dalam 12 tahun (sumber website resmi Komnas Perempuan).

Sepanjang tahun 2019 tercatat sebanyak 431.471 kasus kekerasan terhadap perempuan.

Meskipun begitu, angka kasus kekerasan terhadap perempuan masih banyak yang belum terungkap atau tidak dilaporkan oleh korban dan ini dianggap sebagai fenomena gunung es, yang dapat diartikan bahwa kondisi perempuan Indonesia mengalami kehidupan tidak aman.

Kasus kekerasan terhadap perempuan perlu perhatian khusus dari negara dengan memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak perempuan.

Belum lama ini, kita dihebohkan adanya video viral tentang kawin tangkap yang terjadi di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meskipun sebagian warga menganggap ini sebagai salah satu budaya tradisional, namun prakteknya lebih mengarah kekerasan terhadap perempuan dan menimbulkan luka trauma kepada korban.

Tentunya praktik kawin tangkap ini dianggap merendahkan martabat perempuan dan perempuan di NTT merasakan ketakutan adanya Kawin tangkap.

Sebenarnya adat masyarakat NTT sangat menghargai para perempuan, terbukti adanya berbagai macam monumen yang didirikan di NTT bertujuan untuk menghormati para perempuan.

Ironisnya, hal ini berbanding terbalik dengan banyaknya kejadian kekerasan terhadap perempuan di NTT.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved