Breaking News:

Khazanah Sejarah

Khazanah Sejarah: Kehilangan Nilai Kejujuran Berarti Kehilangan Segalanya

Sekitar tahun '60-an, para orang tua di kampung sederhana dan bersahaya memberi pelajaran utama ke generasi pelanjutnya.

Editor: AS Kambie
TRIBUN TIMUR/DESI TRIANA ASWAN
Prof Dr Ahmad M Sewang MA, Cendekiawan Muslim/Ketua DPP IMMIM 

Ada ahli yang berpandangan bahwa yang terbiasa berbohong itu adalah politisi, walau tidak bisa digeneralisasi sebab ada juga politisi jujur.

Sayang sekali, citra ini terlanjur dipercayai oleh tradisi Bugis, sehingga seorang politisi dalam masyarakat, mereka sebut paballeballe. Paballeballeartinya pembohong. Kenapa ada citra politisi demikian? Di antara penyebabnya, karena seorang politisi akan sulit berkata benar jika berbeda dengan garis kebijakan partainya.

Sampai ada ahli berusaha menjustifikasi pendapat di atas dengan mengutip pernyataan seorang politisi Prancis yang juga dikenal sebagai presiden pertamanya, bernama Charles de Gaulle.

Beliau menyatakan, “Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila ada rakyat mempercayai ucapan mereka.”

Akhirnya, saya mengutip makna substantif sepotong hadis Nabi untuk meyakinkan arti judul tulisan ini. Hadis Nabi itu berbunyi, "Hendaknyalah bersikap jujur karena kejujuran adalah kunci seluruh kebaikan dan hindarilah kebohongan, karena kebohongan adalah sumber semua malapetaka."

Seperti itulah yang terasakan sekarang ini di negeri tercinta Indonesiaaq.(*)
Wassalam,
Makassar,  4 Januari 2021

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved