Breaking News:

Khazanah Sejarah

Khazanah Sejarah: Kehilangan Nilai Kejujuran Berarti Kehilangan Segalanya

Sekitar tahun '60-an, para orang tua di kampung sederhana dan bersahaya memberi pelajaran utama ke generasi pelanjutnya.

Editor: AS Kambie
TRIBUN TIMUR/DESI TRIANA ASWAN
Prof Dr Ahmad M Sewang MA, Cendekiawan Muslim/Ketua DPP IMMIM 

Sebagai contoh kecil tentang banyaknya kasus tenaga medis yang terinfeksi covid-19, positif Covid-19, salah satu faktornya karena ketidakjujuran pasien dalam menginformasikan penyakit yang dideritanya.

Saat ditanya perihal penyakitnya pada pemeriksaan awal si pasien tidak transparan.

Di sinilah awal mula malapetaka, baik pasien atau pun petugas medis. Dokter sudah pasti akan salah memberikan resep karena salah informasi dari awal.

Informasi salah menjadi malapetaka bagi tenaga medis, karena ia dengan mudah bisa tertular virus corona, dinyatakan positif Covid-19, akibat ketidakhatihatian menyentuh dan merawat pasien.

Padahal kejujuran pasien menjadi kunci utama kesembuhan dan sekaligus bisa memutus mata rantai penularan wabah penyakit.

Sekitar tahun '60-an, para orang tua di kampung sederhana dan bersahaya memberi pelajaran utama ke generasi pelanjutnya.

Mereka berpesan tentang keuntangan yang akan diperoleh jika bersikap jujur. Sebaliknya, akibat panjang yang akan diderita bagi orang yang culas.

Saya masih ingat waktu itu. Walau sama sekali belum ada alat komunikasi secanggih seperti sekarang. Jangankan handphone, televisi pun belum ada.

Radio masih menjadi barang langka dan jarang orang memilikinya, jika ada yang dijual, harganya mahal bagi penduduk kampung yang sederhana.

Jika pun ada yang mampu membelinya, mereka harus menyiapkan bambu setinggi mungkin untuk menasang antena agar bisa menangkap siaran.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved