Breaking News:

Khazanah Sejarah

Khazanah Sejarah: Kehilangan Nilai Kejujuran Berarti Kehilangan Segalanya

Sekitar tahun '60-an, para orang tua di kampung sederhana dan bersahaya memberi pelajaran utama ke generasi pelanjutnya.

TRIBUN TIMUR/DESI TRIANA ASWAN
Prof Dr Ahmad M Sewang MA, Cendekiawan Muslim/Ketua DPP IMMIM 

Oleh
Ahmad M Sewang
Penulis adalah Cendekiawan Muslim/Ketua DPP IMMIM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bangsa kita sepertinya sedang mengidap penyakit mental yang akut, seperti saling curiga antara satu kelompok dengan kelompok lain.

Bahkan antara sebagian rakyat dengan pemerintah yang seharusnya bisa saling merangkul.

Ketidakjujuran membuat saling curiga dan mudahnya pelanggaran hukum, seperti koruptor tak kunjung usai. Bansos yang seharusnya untuk membantu masyarakat miskin, akibat covid-19, juga turut dikorupsi.

Sogok menyogok sudah dianggap biasa yang melibatkan pejabat tinggi di Kejaksaan Agung dan oknum Jenderal polisi dengan boronan kakap, Joko Chandra.

Pada awal tahun 2020 terjadi skandal korupsi melanda negeri ini yang melibatkan petinggi KPU dan Harum Masiku yang sampai sekarang tidak diketahui ke mana rimbanya.

Sama dengan narkoba tak pernah benar-benar bisa teratasi, bahkan pengedarnya semakin menggila, menjadikan penjara sebagai pusat transaksi barang haram itu.

Banyak orang mulai mempertanyakan, ada apa dibalik semua ini? Kenapa pengelolaan negeri tercinta ini begitu sengkarut? Ada yang mencoba menjawabnya.

Kemungkinan karena ada sesuatu yang hilang di tengah masyarakat, yaitu kejujuran.

Kejujuran bagai barang bernilai sudah mulai menghilang di pasaran. Inilah faktor penyebab hilangnya kepercayaan satu sama lain.

Halaman
1234
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved