Pilkada Luwu Utara 2020
Sekretaris Tim Angkat Bicara Soal Dana Kampanye AKAS Hanya Rp 620 Juta
Laporan itu memunculkan pertanyaan, sebab beberapa waktu lalu Arsyad Kasmar mengaku habis Rp 20 miliar
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Sekretaris tim pemenangan, Arinal To Makkawaru angkat bicara soal laporan dana kampanye pasangan Arsyad Kasmar-Andi Sukma (AKAS) sebesar Rp 620.100.000.
Laporan itu memunculkan pertanyaan, sebab beberapa waktu lalu Arsyad Kasmar mengaku habis Rp 20 miliar selama Pilkada Luwu Utara 2020.
"Ini laporan dana kampanye sudah ditentukan pos-pos anggarannya, biaya lain-lain tentu tidak masuk laporan dana kampanye," kata Arinal, Selasa (29/12/2020).
"Apalagi masa kampanye untuk pasangan AKAS-kan tidak bersamaan dengan dua kandidat lainnya. Jadi ini perlu diluruskan," tambahnya
Diketahui, pengeluaran pada laporan dana kampanye AKAS Rp 620.100.000.
Jumlah itu berbanding jauh dari yang dinyatakan Arsyad Kasmar beberapa waktu lalu.
Jika ia menghabiskan anggaran pribadi Rp 20 miliar selama mengarungi Pilkada Luwu Utara.
Dalam laporan dana kampanye AKAS, penerimaan pasangan nomor urut tiga itu Rp 621.632.743, pengeluaran Rp 620.100.000, dan saldo Rp 1.532.743.
Itu sesuai dengan hasil audit yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Utara pada laman resmi kab-luwuutara.kpu.go.id.
Melalui pengumuman Nomor: 1006/PL.02.5-PU/7322/KPU-Kab/XII/2020.
Tentang hasil audit laporan dana kampanye peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara tahun 2020.
Diberitakan sebelumnya, Arsyad Kasmar di depan seribuan pendukungnya mengaku menghabiskan uang pribadi Rp 20 miliar lebih selama mengarungi perhelatan Pilkada.
Uang yang ia kumpul dari hasil usahanya selama ini.
Kendati habis banyak, Arsyad Kasmar tidak menyesal sama sekali.
"Rezeki halal kami yang kami cari, yang kami kumpul-kumpul, kami punya perusahaan tambang ada untung kami kumpul dan saya liat niliainya 20 (miliar) sekian ke atas," kata Arsyad Kasmar di Sekretariat DPC Partai Gerindra Luwu Utara, Desa Baebunta, Kecamatan Baebunta, Jumat (11/12/2020) lalu.
"Tapi bagi saya tidak menyesal sedikit pun karena ini kampung halaman saya. Saya kalau tidak bupati tidak apa-apa, masih ada waktu bertarung. Saya tidak jadi bupati mungkin ada yang bisa saya lakukan di Luwu Utara ini," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/arsyad-kasmar-andi-sukma-akas-menggungat-hasil-pilkada-luwu-utara-tahun-2020-6.jpg)