Tanpa Tersangka, Kasus Percobaan Pemerkosaan di Bantaeng Masuk Tahap Penyidikan

Dalam Kasus tersebut, korbannya ST (45) yang mengalami percobaan pemerkosaan saat berada di kebunnya

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Imam Wahyudi
Ilustrasi pemerkosaan 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Kasus percobaan pemerkosaan di Desa Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng kini telah ke tahap Penyidikan.

Dalam Kasus tersebut, korbannya ST (45) yang mengalami percobaan pemerkosaan saat berada di kebunnya sekitar 300 meter dari kediamannya, yang diduga dilakukan oleh OR (34).

Kasus itu dilaporakan ke Polsek Pajukukang, pada September 2020 lalu, dan saat ini baru naik ke tahap penyidikan setelah gelar perkara.

Kanit Reserse, Polsek Pajukukang, Alimuddin mengatakan, meski telah naik ke tahap penyidikan namun belum ada yang bisa ditetapkan sebagai tersangka.

"Hasil gelar perkara telah terjadi tindak pidana karena terdapat luka d itangannya sehingga [rosesnya naik ke sidik tetapi belum ada tersangka," kata Alimuddin, kepada TribunBantaeng.com, Minggu (27/12/2020).

Kata dia, sebelumya telah dilakukan penahanan terhadap OR karena ST menuduh bahwa dialah orang yang melakukan percobaan pemerkosaan.

Namun, selama 25 hari dilakukan penahanan, tidak ditemukan cukup alat bukti untuk menjadikan OR sebagai tersangka.

Dan hingga saat ini belum ada bukti baru yang menguatkan dan juga belum ditemukan terduga pelaku baru.

Diketahui, Keluarga korban, H Tompo  menjelaskan kronologi kejadian, bahwa terduga pelaku, OR saat itu ingin melampiaskan nafsu bejatnya kepada ST namun ditolak.

Karena ditolak, OR yang membawa sebilah parang ingin menggerek leher ST tetapi sempat melakukan perlawanan dengan memegang parang tersebut.

Alhasil, tangan ST terluka dan sempat menjalani pengobatan medis.

"Saat itu mau diperkosa dan sempat ingin digerek lehernya, tapi dia melawan dengan memegang parang itu sehingga tangannya terluka," ujarnya.

Setelah itu, ST langsung lari sambil meminta pertolongan.

Saat lari, OR kembali ingin mencelakai ST dengan melemparkan batu ke arahnya, sehingga bagian tubuh belakang ST juga terluka

"Kemudian saat lari lari juga dilempar batu terluka dibagian belakang," jelasnya.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved