Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tahun Baru

Layanan Bongkar Muat di MNP Meningkat 17 Persen

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mencatat pelayanan bongkar muat barang di Makassar New Port (MNP) meningkat 17 persen

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/SUKMAWATI IBRAHIM
Suasana di Makassar New Port (MNP) beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mencatat pelayanan bongkar muat barang di Makassar New Port (MNP) meningkat 17 persen pada liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Makassar New Port, Edy Nursewan mengatakan, peningkatan terjadi pada liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini antara 10 persen sampai dengan 17 persen. 

Peningkatan tersebut dibandingkan periode sama tahun lalu.

Menurutnya, meskipun masih Pandemi Covid-19, arus bongkar muat barang dan operasional pelayanan kapal di pelabuhan baru Makassar  tidak mengalami gangguan.

"Kami siap melakukan pelayanan selama 1 x 24 jam dan 7 hari dalam seminggu," katanya.

Ia juga menyampaikan, menyambut libur Nataru ini, semua peralatan sudah disiapkan dalam kondisi perform.

 “Semua peralatan siap beroperasi, mulai dari container crane, RTG, Head Truck dan chassis, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM)," ucapnya.

Lebih jauh ia membeberkan, saat ini MNP yang baru resmi beroperasi pada awal November 2018 rata-rata melayani 30 call kapal dalam sebulan. 

“Bulan November lalu kami melayani 33 call kapal dan untuk di Desember ini sudah 25 call kapal yang dilayani,” bebernya.

Rata-rata kapal yang masuk melakukan bongkar muat barang kebutuhan pokok, serta juga barang-barang untuk konstruksi.       

GM PT Pelindo IV Cabang Terminal Petikemas Makassar, Yosef Benny Rohy menambahkan, pihaknya tetap melakukan pelayanan bongkar muat barang selama libur Nataru tahun ini.

Meskipun begitu, akibat Pandemi Covid-19 layanan bongkar muat barang di Terminal Petikemas Makassar (TPM) mengalami penurunan sebesar 7 persen sampai 10 persen dibandingkan tahun lalu.

"Penurunan terjadi karena belum banyak barang impor yang masuk melalui TPM," tuturnya. (*)
 
Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved