Breaking News:

Hari Ibu

Catatan Sederhana dalam Memperingati Hari Ibu 22 Desember 2020: Posisi Ibu dalam Benturan Peradaban

Sosok perempuan harus tegak dan kokoh berdiri tanpa harus terbawa arus peradaban yang tidak sesuai dengan nilai-nilai hidup yang diyakininya.

dok.tribun
Aminah SPd MPd, Fatayat NU 

Oleh:
Aminah SPd MPd,
Dosen Institut Parahikma Indonesia/
Aktivis Kebangkitan Pemuda Nusantara (KPN) & Fatayat NU

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tulisan ini didedikasikan dalam rangka memperingati Hari Ibu 22 Desember 2020 dan Hari Ibu Nasional 2020. Semoga tulisan ini mewakili kata-kata mutiara Hari Ibu, Ucapan Selamat Hari Ibu, serta menambah Makna Hari Ibu.

Tulisanini menyoroti peran ibu di tengah benturan peradaban dunia. 

Peran ibu tak hanya dipandang sebagai seorang perempuan yang melahirkan dan mendidik anak, Predikat “ibu” berhak disandang oleh perempuan lain dengan pendekatan analisis filsafat, sufistik, dan sesuai dengan konteks keindonesiaan.

Tulisan ini mengajak untuk memahami bentuk benturan peradaban serta implikasinya dalam menghargai seluruh peran perempuan yang berkontribusi dalam membangun bangsa dan agama.

Ibu tidak hanya predikat bagi perempuan yang memiliki ikatan biologis dengan si anak, ibu juga bisa bermakna lebih luas (non biologis) terkhusus bagi kaum hawa yang telah menikah namun belum dikaruniai anak, dan perempuan yang belum menikah namun juga bergerak membangun generasi bangsa.

Selain itu predikat “ibu” juga berhak disandang oleh perempuan yang berkecimpung dalam rana domestik, sosial, budaya, ekonomi, hukum, kemanusiaan, dan lain-lain, dan menjadikan spirit Pancasila sebagai gerak, tanpa melihat perbedaan agama, suku, atau strata sosialnya.

Ibu dalam Benturan Peradaban
Seiring berkembangnya zaman, peradaban ditafsirkan dan diterapkan dengan cara bervariasi dan sangat tergantung dari bagaimana mempersepsikannya.

Huntington memaparkan adanya benturan peradaban dalam bukunya The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order.

Menurutnya, sumber mendasar terjadinya konflik di dunia baru ini adalah tidak lagi ideologi atau ekonomi, melainkan budaya. 

Halaman
123
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved